Senin, 12 Januari 2026
Daerah  

Kemerdekaan Versi Warga Beteleme Menyikapi Jalan Rusak, Kepedulian Pemerintah dan Legislator Morut

Kemerdekaan Versi Warga Beteleme Menyikapi Jalan Rusak, Kepedulian Pemerintah dan Legislator Morut
Kondisi jalan menuju Pasar Rakyat Beteleme, Morowali Utara. Foto: Mega

Morowali Utara, Teraskabar.id – Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan esok hari, Kamis (17/8/2023). Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang memasuki usia ke-78 tahun ini disambut warga Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah dengan berbagai kegiatan. Ada yang menggelar lomba hingga membersihkan lingkungan sekitar secara gotong royong.

Namun, ada juga warga di daerah kaya tambang ini yang menyambut HUT ke-78 Kemerdekaan RI dengan biasa-biasa saja. Sikap ini dipicu oleh kondisi sekitar yang belum sepenuhnya mendukung  kemerdekaan dalam artian sesungguhnya. Karena infrastruktur jalan yang menjadi akses utama menuju fasilitas publik di wilayah kaya tambang nikel ini, jauh dari kata layak.

Baca jugaPresma Untad Diduga Dikeroyok Oknum Polisi, Polda Sulteng: Ada Dua Laporan Versi Berbeda

“Terus terang kalau saya ditanya apakah sudah merasakan dan menikmati kemerdekaan, pasti saya jawab belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Masih banyak hak-hak dan kepentingan rakyat yang belum dipenuhi oleh pemerintah dan wakil- wakil rakyat yang duduk di DPRD Morowali Utara,” kata Letius Tosalima, warga Lembo Raya saat ditemui media ini sedang berbelanja di Pasar Beteleme, Morowali Utara, Selasa (15/8/2023).

Misalnya, infrastruktur jalan yang terkesan jauh dari kata layak. Sebagai warga Lembo Raya kata Letius, ketika akan berbelanja ke Pasar Rakyat Beteleme harus melalui jalan rusak. Dan, fasilitas infrastruktur jalan yang rusak dan berlobang ini, telah menggerus sikap kegembiraan kami menyambut usai ke-78 tahun kemerdekaan RI,  hanya karena kurangnya kepedulian pemerintah daerah dan anggota DPRD.

Kemerdekaan Versi Warga Beteleme Menyikapi Jalan Rusak, Kepedulian Pemerintah dan Legislator Morut
Kondisi jalan di Pasar Rakyat Beteleme, Morowali Utara. Foto: Mega

Padahal, kata Letius, Pasar Rakyat Beteleme terletak di pusat kota kecamatan. Terlebih lagi, dari wilayah ini telah melahirkan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara, bahkan ketua dewan. Mereka duduk di perlemen setelah mendapatkan kepercayaan masyarakat, yang sebelumnya berjanji akan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Baca jugaOPD Lingkup Pemprov Sulteng Diminta Mulai Bersolek Jelang HUT Kemerdekaan

“Seharusnya wakil rakyat inilah yang mendorong  pihak pemerintah untuk melakukan perbaikan jalan melalui politik anggaran di dewan,” sesalnya.

Senada disampaikan oleh Daeng Acho, salah satu pedagang di pasar Beteleme. Menurutnya, warga yang ingin berbelanja di pasar Beteleme harus berhadapan dengan kubangan air di sepanjang jalan menuju pasar. Terlebih lagi di musim penghujan, jalan tersebut sangat licin dan rawan terjadi kecelakaan lalulintas, terutama bagi pengendara motor roda dua.

Baca jugaLomba di RW 05 Talise Valangguni Berakhir, Ada Bonus bagi Juara Umum

Akibat kodisi jalan seperti ini lanjutnya, tak sedikit warga enggan untuk masuk berbelanja ke dalam pasar. Sehingga, jualan para pedagang banyak yang tidak habis terjual.

“Kami sangat berharap sepenuhnya kepada pemerintah daerah kabupaten Morut melalui dinas PUPR untuk memperperhatikan dan memperbaiki  kondisi jalan rusak yang menghubungkan  dan akses untuk masuk ke pasar,” pintanya. (erny/teraskabar)