Palu, Teraskabar.id – BPS kembali meliris data kemiskinan di Indonesia pada November 2022. Berdasarkan data BPS yang diperoleh dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode Maret 2022, persentase kemiskinan di Sulawesi Tengah sebesar 12,33 persen atau 388.360 jiwa dari total penduduk. Persentase ini masih sangat jauh di atas persentase kemiskinan nasional yang mencapai 9,54 persen.
Persentase tertinggi angka kemiskinannya adalah Kabupaten Donggala yaitu 16,30 persen atau 50.220 jiwa dari total penduduk. Disusul Tojo Una-Una 16,12 persen atau 25.330 jiwa dari total penduduk, Poso 15,18 persen atau 40.780 jiwa dari total penduduk. Parigi Moutong 14,63 persen atau 74.600 jiwa dari total penduduk.
Selanjutnya, Banggai Kepulauan 13,44 persen atau 16.070 jiwa dari total penduduk, Banggai Laut sebesar 13, 17 persen atau 10.320 jiwa. Morowali Utara 12,97 persen atau 17.490 jiwa dari total penduduk, Toli-Toli 12,74 persen atau 30.610 jiwa dari total penduduk, Morowali 12,58 persen atau 15.860 dari total penduduk, dan Sigi 12,30 persen atau 29.940 jiwa.
Baca juga : Penduduk Miskin di Sulteng Bertambah Ribuan Jiwa
Hanya dua daerah di Sulteng persentase kemiskinannya di bawah 10 persen, yaitu Kabupaten Banggai sebesar 7,33 persen atau 28.550 jiwa dari total penduduk, serta Kota Palu 6,63 persen atau 26.750 jiwa dari total penduduk.
Sedangkan dari sisi indeks kedalaman kemiskinan, tercatat Kabupaten Parigi Moutong tertinggi, yaitu 3,84 poin. Disusul Donggala 2,82 poin, Tojo Unauna 2, 80 poin, Poso 2,40 poin, Banggai laut 2,23 poin, Morowali Utara 2,18 poin, Morowali 2,03 poin. Dua kabupaten memiliki indeks kedalaman kemiskinan yang sama, yaitu Banggai Kepulauan dan Buol masing-masing 1,79 poin.
Baca juga : Angka Kemiskinan Tinggi di Touna, Tantangan bagi Partai Nasdem sebagai Partai Pengusung
Kemudian, Tolitoli 1,53 poin dan Banggai 1,20 poin. Hanya Kota Palu memiliki indeks kedalaman kemiskinan di bawah 1 poin, yaitu 0,94 persen.






