Morowali, Teraskabar.id– Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, SDN 2 Beringin Jaya tetap menunjukkan semangat juang pendidikan yang tinggi. Hal ini tampak dalam kegiatan Rapat Komite Sekolah yang berlangsung pada Kamis (7/8/2025), yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Harapan Jaya, Muryanto.
Dalam rapat yang digelar di Gedung SDN 2 Beringin Jaya di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Muryanto hadir bersama Ketua Komite dan Bendahara Komite Sekolah. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, namun juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan di wilayah yang ia pimpin.
“Kami menyadari betul betapa pentingnya peran sekolah dalam mencerdaskan generasi desa. Oleh karena itu, saya hadir langsung untuk mendengarkan dan melihat secara nyata apa yang sedang dialami oleh SDN 2 Beringin Jaya,” ujar Muryanto.
Sebagai wujud apresiasi, Kepala Desa memberikan insentif kepada siswa berprestasi yang menjadi pemenang ketiga lomba mendongeng tingkat kabupaten Morowali. Bantuan kecil namun penuh makna ini diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus bersemangat dalam belajar.
“Alhamdulillah, insentif kecil untuk siswa berprestasi seperti ini akan menjadi agenda tahunan saya sebagai Kepala Desa Harapan Jaya sebagai bentuk nyata dukungan Pemerintah Desa terhadap dunia pendidikan,” bebernya.
Namun, dalam kesempatan tersebut, Muryanto juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang memprihatinkan, terutama menyangkut keterbatasan ruang kelas.
“Dengan bertambahnya jumlah siswa dari tahun ke tahun, ruang kelas yang tersedia saat ini sudah tidak mencukupi lagi. Ini perlu segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia pun berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali dan juga Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, dapat menaruh perhatian lebih terhadap kondisi SDN 2 Beringin Jaya. Menurutnya, kebutuhan ruang belajar yang memadai adalah hal mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan yang layak.
“Kami dari pemerintah desa hanya bisa mendampingi dan menyuarakan. Semoga pihak-pihak terkait dapat merespons cepat agar para siswa bisa belajar dengan lebih nyaman dan layak,” tambahnya.
Rapat komite ini menjadi momentum penting tidak hanya untuk memperkuat sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah desa, tetapi juga untuk mengangkat suara pendidikan dari pelosok desa ke tingkat kabupaten. (Ghaff/Teraskabar)







