Senin, 12 Januari 2026

Kepsek Bantah Revitalisasi SD 4 Kalangkangan Tak Melibatkan Warga Sekitar

Tolitoli, Teraskabar.id – Kepala sekolah (Kepsek) SD 4 Desa Kalangkangan, Hj Arni S.Pd, menampik penggunaan pekerja bangunan yang tidak melibatkan warga setempat pada pembangunan revitalisasi gedung sekolah yang dipimpinnya. Anggaran bantuan revitalisasi SD 4 Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, senilai Rp700 juta bersumber dari dana APBN.

” Kami sudah membuka kesempatan, tetapi sampai akhir pekerjaan tidak ada satupun orang yang di sekitar sekolah yang mendaftar untuk menjadi tukang bangunan,” kata Hj Arni kepada, media ini, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan seluruh proses pelaksanaan program pembangunan revitalisasi sekolah itu dilakukan secara terbuka bersama Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

“P2SP sudah memberikan juga informasi kepada masyarakat agar ikut terlibat pada pelaksanaan pembangunan gedung SD 4 Kalangkangan,” terang Hj Arni.

Menurutnya, bahwa tukang yang dilibatkan dalam pengerjaan bangunan SD itu tidak semuanya pekerja yang berasal dari luar, sama dengan sekolah lain yang mendapat program bantuan revitalisasi tahun 2025.

“Ada juga keluarga dari tim P2SP yang menjadi pembantu tukang yang turut mengerjakan bangunan sekolah,” ungkapnya.

Hj Arni, menyatakan proses pembangunan sekolah yang dipimpinnya dikerjakan secara terbuka, tak ada yang dapat disembunyikan, mulai dari pembelian bahan material bangunan hingga upah tukang.

” Semuanya telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), makanya sekarang progres hampir mencapai 100 persen, tinggal pemasangan pintu dan jendela,” katanya.

Hj Arni, menegaskan bahwa informasi pembangunan SD yang melibatkan pihak luar yang dilaporkan warga itu tidak benar adanya.

” Kami tidak pernah menutup kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam pekerjaan revitalisasi ini,” ulangnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan warga tetap diupayakan sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Namun demikian, tidak seluruh item pekerjaan dalam RAB dapat dikerjakan oleh tukang lokal, karena membutuhkan keahlian teknis tertentu.

  Bendahara Desa Muliyasari Tolitoli Ditahan karena Dugaan Penyalahgunaan ADD dan DD

“Karena butuh keahlian baca gambar tim P2SP melibatkan tenaga teknis dari luar desa,” tandas Hj Arni.

Ia menyatakan, pelaksanaan revitalisasi telah sesuai Juknis yang dipersyaratkan kementrian pendidikan dengan mengedepankan asas kejujuran.

” Pekerjaan sudah sesuai Juknis pak, kami takut melanggar, siapa yang mau ambil resiko, jika pekerjaan bermasalah saya yang masuk penjara,” katanya. (ram/teraskabar)