Sabtu, 24 Januari 2026
Home, Opini  

Kereta Kuda dan 4 K Menjadi Filosofi Gubernur Anwar Hafid Menyelenggarakan RPJMD Sulteng Tahun 2025 – 2029

Kereta Kuda dan 4 K Menjadi Filosofi Gubernur Anwar Hafid Menyelenggarakan RPJMD Sulteng Tahun 2025 - 2029
DR. Hasanuddin Atjo. Foto: Dok

Oleh Hasanuddin Atjo

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembag) membahas RPJMD Sulawesi Tengah 2025 – 2029, dihelat di ruang sidang DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2025).

Musrembang kali ini antara lain dihadiri anggota DPR RI Dapil Sulteng, Longki Djanggola dan Ellen Esther Pelealu, Wagub Reny Lamadjido, Ketua DPR Provinsi Arus Abdul Karim dan sejumlah anggota DPRD, para Bupati/Walkota, Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Gubernur Anwar Hafid dalam paparannya mengatakan pada kurun waktu lima tahun akan datang kabinetnya lebih fokus pada pencapaian target tiga hal yaitu pendidikan (BERANI cerdas), kesehatan (BERANI sehat) dan pendapatan (Fiskal Daerah).

Selain Gubernur, narasumber lainnya adalah, Bappenas, KPK dan Kemendagri. Pada Intinya ketiga nasasumber eksternal menitip pesan kiranya RPJMD 2025 – 2029 mengakomodir kebutuhan fundamental antara lain kemiskinan, stunting dan pengembangan SDM.

Ada hal baru dan menarik dari paparan Gubernur bahwa tugas pengembangan sumberdaya manusia merupakan tanggung jawab bersama antara Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang telah diatur dalam ketentuan.

Pendidikan dasar – menengah pertama menjadi kewenangan Kabupaten Kota. Dan diharap Bupati/Wali kota bisa memberi fasilitasi biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan berprestasi.

Dan selanjutnya Pemerintah Provinsi akan memfasilitasi biaya pendidikan bagi siswa menengah atas dan perguruan tinggi. Dengan demikan akan tercipta kesinambungan pendidikan.

Harapannya 5 atau 10 tahun kemudian tempar tempat yang strategis pada industri nikel di Morowali dan Morowali Utara misalnya, diisi oleh anak anak asal Sulteng yang memiliki klasifikasi Metalurgi.

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi program yang tidak kalah menariknya sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM , karena itu Pemerintah Provinsi antara lain membantu membayarkan BPJS warga Sulteng yang tidak memiliki kemampuan.

  Rusdy Mastura Resmi Ikut Pilgub Sulteng 2024, Relawan dan Pendukung Mulai Bergerak

Dengan demikian warga asal Kabupaten/Kota yang dirujuk berobat ke Provinsi dengan memperlihatkan KTP, dengan by sistem akan terkonfirmasi status BPJS bersangkutan.

Sejumlah pemerhati memberi pandangan bahwa kolaborasi provinsi dan kabupaten/kota memfasilitasi biaya pendidikan dan kesehatan dipandang sebagai lompatan kebijakan yang berpihak, dan sepatutnya diberi apresiasi.

Kebijakan ini dinilai identik dengan menerapkan filosofi “Kereta Kuda” bahwa provinsi dihela oleh 13 kabupaten dan kota. Kebijakan ini juga dinilai akan mengurangi disparitas antarkabupaten/kota yang saat ini masih timpang.

Kabupaten yang kecepatannya kurang akan didorong oleh pemerintah provinsi, sehingga mampu berlari lebih kencang dan akhirnya kereta kuda bisa sampai di finish sesuai visinya sebagai wilayah pertanian dan industri pengolahan yang maju dan berkelanjutan.

Kapasitas fiskal juga menjadi perhatian dari Gubernur Anwar. Intensifikasi dan Ekstensifkasi pendapatan asli daerah dan bagi hasil akan terus didorong. Apalagi kebijakan pangkas anggaran oleh pemerintah pusat menyulitkan daerah.

Diakhir paparannya Gubernur Anwar memberi pernyataan bahwa kesemuanya ini bisa terjadi apabila provinsi dan kabupaten/kota kompak dan mampu menciptakan kondisi 4 K sebagai tagline.

Tagline yang dimaksud adalah kita bisa apabila terbangun satu kebersamaan , keterbukaan,
keterpaduan dan kemesraan. (***)