Minggu, 25 Januari 2026
Ekbis  

Ketersediaan Es Balok di Balut Belum Mencukupi Kebutuhan

DKP Sulteng Miliki Rancangan Skema Pemberian Bantuan Pengentasan Kemiskinan
Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba. Foto: Dok

Kepala DKP Sulawesi Tengah Arif Latjuba mengatakan, pembangunan pabrik es kapasitas 10 ton per hari, berlokasi di Pelabuhan Perikanan Mato, Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah ini menjawab penantian panjang warga, khususnya nelayan di Banggai Laut dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pembangunan pabrik es yang direncanakan sejak 2019, baru bisa terealisasi pada 2021, tepatnya selesai pada 13 Desember 2021. Alokasi anggarannya bersumber dari dana insentif daerah (DID) APBD tahun anggaran 2021 dengan pagu anggaran Rp3 Miliar.

“Pembangunan pabrik es di Banggai Laut telah direncanakan sejak tahun 2019 dan 2020. Pada 2019 tidak jadi dilaksanakan karena gagal lelang. Selanjutnya, 2020 gagal lagi karena pemotongan anggaran atau refocusing,” kata Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba dihubungi, Selasa (21/12/2021).

Ia menegaskan, dengan terbangunnya pabrik es di Pelabuhan Perikanan Mato, merupakan pabrik es ke-tujuh yang telah dibangun DKP Sulteng. Pabrik-parib es balok tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi mendorong peningkatan produksi perikanan dengan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan komponen produksi dan sarana pendukung operasional lainnya.

“Membangun pabrik es yang  memproduksi es balok, sebagai kebutuhan vital bagi nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan,” katanya.

Ketersediaan es balok kata Arif, menjadi salah satu komponen penting dalam sistim logistik hasil dan produk kelautan dan perikanan.

  Dukung BERANI Tangkap Banyak, DKP Sulteng Serahkan Bantuan VMS kepada Nelayan