Palu, Teraskabar.id – Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar menekankan sikap kepedulian harus tertanam kuat pada setiap jiwa kader dalam berkiprah di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Kader PKB harus selalu tengok kanan kiri pada lingkungan tempat tinggal kader PKB,” tegas Abdul Halim dalam pesan politiknya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Sulteng, Rabu (10/12/2025), di Hotel Aston Kota Palu.
Pembukaan Muswil yang dihadiri Gubernur Sulteng Anwar Hafid serta jajaran pengurus PKB dari tingkatan DPC hingga DPW itu menekankan, sikap kepedulian terhadap warga merupakan roh perjuangan PKB. Kehadiran kader pada suatu lingkungan harus memberi manfaat kesejahteraan bagi warga dan itu sesuai visi misi PKB.
Sehingga, implikasi dari sikap kepedulian itu, tak boleh ada seorang anak usia sekolah yang harus berhenti sekolah karena terbentur persoalan ekonomi sementara ada kader PKB bermukim di sekitar lokasi tempat tinggal anak yang putus sekolah itu.
“Bila ditemukan kasus seperti itu dan ada laporan yang saya terima, maka jika kader PKB itu merupakan anggota DPRD, maka bersiap untuk menerima konsekuensi pemecatan,” warning Abdul Halim.
Begitupula jika ada warga yang ada warga yang hanya mampu makan sekali dalam sehari, dan kader PKB yang bermukim sekitar warga bersangkutan dan tidak memiliki ikhtiar untuk membantu. Maka konsekuensi yang sama yaitu pemberhentian sebagai kader PKB harus siap dia terima.
“Apakah kader setuju terhadap dua poin penekanan ini,” tanya Abdul Halim, dan dijawab setuju secara serentak oleh seluruh kader yang hadir.
Kader PKB lanjutnya, harus menjadi Rahmatan lil Alamin bagi warga sekitarnya. Bukan kader yang apatis terhadap warga sekitar.
Sebelum mengakhiri sambutannya dan sekaligus membuka secara resmi Muswil PKB Sulteng, Abdul Halim Iskandar mengaku optimistis bila hal ini sudah dijalankan, maka PKB akan dicintai oleh masyarakat. (fitra/teraskabar)






