Selasa, 13 Januari 2026
News  

KKSS dan Dinamikanya di Daerah

KKSS dan Dinamikanya di Daerah
Andi Ridwan. Foto: Istimewa

Oleh Andi Ridwan

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) didirikan pada  12 November 1976 di Jakarta dan  merupakan organisasi kerukunan masyarakat  yang menghimpun dan mempersatukan para perantau Sulawesi Selatan.

KKSS diinisiasi oleh 26 pendiri, di antaranya, Andi Sose, Baharuddin Lopa, Jusuf Malombassang, Manai Sophiaan.

Ada lima tujuan pembentukan KKSS.

Baca jugaWarga KKSS di Sulteng Bertekad Lahirkan Ketua Tanpa Perpecahan

PERTAMA

Menciptakan hubungan kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan harmonisasi dengan para anggota.

KEDUA

Memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan.

KETIGA

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

KEEMPAT

Menanamkan motivasi akan makna keberadaan dan pengabdian anggota KKSS utamanya dalam pembangunan Sulsel.

KELIMA

Menggalang potensi agar bisa berkontribusi untuk Sulawesi Selatan dan pembangunan nasional secara umum.

KKSS di 33 Provinsi di Indonesia

Telah memiliki 33 Pengurus Wilayah Provinsi di Indonesia dan 8 Badan Pengurus Luar Negeri, termasuk di antaranya yaitu, Pengurus wilayah Sulawesi Tengah yang rencananya  melakukan musyawarah wilayah yang Ke-V;

Muswil l Ketum H. Yusuf Paddong

Muswil ll Ketum Andi Patongai

Muswil lll Ketum DR. Idham. Chalid, SH, MH

Muswil lV Ketum H. Tjabani

Muswil V Ketum, sementara akan dipilih.

KKSS Sulteng dan Tujuan Muswil

Adalah Tudang Sipulung atau musyawarah dalam mengevaluasi LPJ , Laporan pertangungjawaban Pengurus Wilayah periode lalu.

Memberhentikan dan  memilih ketua atau pengurus wilayah yang baru.

Di momentum seperti inilah sebuah organisasi kembali semarak melakukan kegiatan Periodesasi Keorganisasian KKSS maju mundurnya organisasi KKSS di Sulawesi Tengah, tentu sangat ditentukan oleh Ketua terpilih dan pengurus yang baru atas dasar pertimbangan itu semua

KKSS Membutuhkan Ketua Umum

KKSS Sulawesi Tengah memiliki yang baru dengan  syarat sebagai berikut:

  1. Tokoh warga Sulawesi Tengah yang dituakan atau dijadikan panutan Uswatun Hasanah oleh keluarga perantau dari Sulawesi Selatan.
  2. Memiliki ilmu Pengetahuan dan Moral yang tinggi,serta telah puluhan tahun menjadi warga di Sulteng , sehingga dikenal baik oleh mayoritas anggota KKSS.
  3. Mampu Mappasiddi’ atau mempersatukan anggota KkSS dari semua lapisan yang ada di Sulawesi Tengah , bergerak bersama menuju tujuan KKSS di dirikan
  4. Pernah menjadi Pengurus KKSS baik ditingkat daerah maupun wilayah sebagai jaminan Memiliki Kemampuan mengelola KKSS SulTeng menuju perubahan yang lebih baik dengan tetap menjunjung tinggi Kearifan Lokal di Sulawesi Tengah.
  Ada Hadiah Umroh di Jalan Sehat Partai Golkar, Lapangan Vatulemo Bakal Menguning

Dan, akhirnya selamat ber- Muswil KKSS dengan harapan terpilihnya Ketum KKSS yang baru. (teraskabar)