Palu, Teraskabar.id – Kloter terakhir jemaah haji asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yaitu Kloter BPN-14 menuju embarkasi Balikpapan, Sabtu (1/6/2024). Kloter BPN-14 ini terdiri dari jemaah Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 122 orang, Kabupaten Tojo Unauna 1 orang, dan Kota Palu 23 orang. Sehingga, total jemaah Sulteng di Kloter BPN-14 ini adalah 149 jemaah.
Karena jumlahnya hanya setengah Kloter yakni 149 jemaah, saat di Embarkasi Balikpapan akan digabung dengan jemaah dari Kalimantan Timur. Sehingga jumlah Kloter BPN-14 akan sama jumlahnya dengan Kloter lainnya yakni 324 orang.
Baca juga: Kloter Pertama Tiba Pekan Depan, Ini Jadwal Kedatangan Jemaah Haji di Palu
Kloter BPN-14 akan diberangkatkan pada 2 Juni Jam 12.55 WITA, sedangkan Kloter BPN-13 yang telah menginap di Balikpapan, berangkat ke Jeddah pada 1 Juni 2024 Jam 10.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, jemaah Sulawesi Tengah yang tiba di Makkah yakni Kloter BPN-8 hingga BPN-12, berjumlah lima Kloter, telah berada di Makkah melaksanakan ibadah.
“Jemaah Haji Sulawesi Tengah yang telah berada di Arab Saudi (Makkah), secara umum dalam kondisi baik dan dan proses pemberangkatan lancar,” kata Kakanwil Kemenag Sulteng Ulyas Taha saat ditanya tentang kondisi jemaah haji, Sabtu (1/6/2024).
Sementara itu, terdapat jemaah Sulteng yang batal dan tunda berangkat karena kondisi kesehatan. Penyebabnya, saat proses pemberangkatan ada beberapa jemaah yang gagal berangkat karena pada pemeriksaan embarkasi, yang bersangkutan tidak layak berangkat karena dalam kondisi sakit dan tidak bisa mendapatkan rekomendasi dari dokter embarkasi sehingga harus dibatalkan.
Baca juga: 294 Calon Haji Kloter Pertama Asal Sulteng Diberangkatkan Hari Ini
“Yang dirawat 3 orang sakit, 1 orang istri pendamping yang sakit, suaminya sudah sehat, sehingga 2 orang (suami istri) bisa diberangkatkan dengan Kloter 19,” jelasnya.
Jika ada jemaah yang batal berangkat, akan digantikan dengan jemaah cadangan yang telah lunas Bipih nya.
“Saat ini jemaah cadangan Sulteng masih ada 53 orang, 3 orang jemaah batal tersebut bisa digantikan dengan jemaah cadangan dan nanti diberangkatkan pada kloter selanjutnya yang terdapat seat kosong,” katanya.
Menurut Kakanwil, skenario pemberangkatan untuk jemaah sakit, setelah sembuh dari sakit atau yang menggantikan orang sakit dalam cadangan itu, akan mencari penerbangan terakhir dari seluruh indonesia, mereka digabung satu penerbangan nanti di arab saudi dimasukan ke Kloter asalnya. Jadi, skenario penerbangan bagi jemaah yang tertunda keberangkatannya digabung dengan kloter terakhir.
Kemudian yang batal tiga orang, sepanjang masih bisa memenuhi syarat bisa diberangkatkan di tahun berikutnya. “lolos istita’ah kesehatan jangan berharap akan langsung berangkat, akan ada final pemeriksaan ada pada embarkasi,” ujarnya.
Baca juga: Jemaah Haji Parimo Kloter 9 Diterima Wabup Badrun
Prosedur istita’ah kesehatan yang akan dilakukan merupakan kewenangan embarkasi yang mengutamakan keselamatan jemaah. Terutama bagi jemaah kondisi kritis dan beresiko bila menempuh penerbangan yang mencapai 9 sampai dengan 10 jam, pihak dokter pasti mengutamakan keselamatan jemaahnya.
“Kita doakan semoga penerbangan jemaah haji lancar sebagaimana Kloter sebelumnya, mereka berangkat ke Makkah, seluruh fasilitas akomodasi dan konsumsi di Mekkah dalam kondisi baik, para jemaah haji semoga dalam kesehatan bugar dapat melaksanakan ibadah seluruh proses ibadah haji,” ujarnya.
Berdasarkan rencana perjalanan haji, jemaah menunggu di Makkah hingga 13 Juni 2024. Dan, pada 8 Dzulhijjah/ 14 Juni 2024, jemaah berangkat dari Makkah menuju Arafah. Selanjutnya, pada 9 Dzulhijjah/ 15 Juni 2024, melaksanakan Wukuf di Arafah. (humas kemenag)






