Palu, Teraskabar.id – Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dalam rangka persiapan dan pasca pemilihan 2024, Jumat (22/11/2024), di Sutan Radja Hotel Palu.
Kegiatan yang difasilitasi oleh KPU RI ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Aminudin Kasim (akademisi Untad), Dr. Nisbah (Komisioner KPU Sulteng) dan dibuka oleh Anggota Komisi II DPR RI Dapil Sulteng, H. Longki Djanggola sekaligus sebagai narasumber.
Di hadapan sekitar 250 peserta sosialisasi dan pendidikan pemilih, Longki Djanggola mengatakan, Pilkada adalah momen penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Pada Pilkada inilah, sebagai warga negara punya kesempatan untuk menentukan masa depan daerah.
“Pilkada memilih pemimpin yang tepat dan memastikan bahwa keputusan-keputusan yang diambil nanti benar-benar membawa manfaat bagi Masyarakat,” kata Longki Djanggola.
Namun menurut mantan Gubernur Sulteng dua periode ini, untuk bisa memilih dengan bijak, masyarakat perlu memahami proses pemilihan itu sendiri. “Itulah mengapa hari ini kita berkumpul di sini,” ujarnya.
Menurut mantan Bupati Parigi Moutong, pendidikan pemilih bukan sekadar soal mengetahui cara mencoblos atau memilih calon. Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih. Bahkan, pemilih perlu mengetahui bagaimana cara memilih dengan benar. Bagaimana cara memastikan suara kita dihitung dengan tepat.
“Dan yang tak kalah penting, kita harus mengerti bahwa setiap suara kita punya dampak besar bagi masa depan daerah kita,” kata ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini.
Melalui sosialisasi ini lanjutnya, KPU bersama Komisi II DPR RI ingin memastikan bahwa warga yang telah memenuhi syarat untuk memilih, semuanya sudah mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai proses Pilkada.
Sebab, dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa bersama-sama memastikan bahwa Pilkada 2024 berjalan lancar, aman, dan yang terpenting, jujur serta adil.
KPU dan Komisi II DPR RI dalam hal ini tambahnya, bekerja keras agar setiap pemilih mendapatkan akses informasi yang setara, tanpa ada yang tertinggal.
“Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu dan mensukseskan pilkada di Indonesia,” ujarnya. (red/teraskabar)







