Morowali, Teraskabar.id– Komitmen Bupati Iksan tingkatkan kualitas sarana ibadah kembali ia tegaskan dalam Pelatihan Imam dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Selasa (9/12/2025) malam. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan bahwa peningkatan fasilitas masjid menjadi agenda prioritas yang terus ia dorong sejak awal masa pemerintahannya. Ia memandang bahwa pembangunan rumah ibadah tidak hanya terkait fisik bangunan, tetapi juga menyangkut penguatan fungsi sosial dan keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Iksan menyampaikan bahwa masa pemerintahannya segera memasuki tahun kedua pada Februari 2026 mendatang. Ia menilai tahun pertama telah memberikan banyak pelajaran mengenai kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa sektor keagamaan tetap menjadi perhatian penting dalam kebijakan daerah.
“Melihat apa yang kita lihat hari ini, saya sudah berkomitmen dan berjanji. Tolong, masjid setiap desa itu harus punya auranya sendiri,” ujar Bupati Iksan di hadapan peserta pelatihan yang digelar di Rumah Jabatan Bupati, Desa Matansala, Bungku Tengah.
Ia menekankan bahwa pembangunan masjid harus mencerminkan kerapian, estetika, dan kenyamanan yang layak bagi jamaah. Selain itu, ia menyatakan bahwa pemerintah daerah memiliki kemampuan anggaran untuk mendukung pembangunan rumah ibadah.
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses harus berjalan melalui perencanaan yang matang agar hasilnya sesuai harapan. Dengan demikian, desa diharapkan tidak menunda atau memecah-mecah persoalan pembangunan masjid.
Komitmen Bupati Iksan Tingkatkan Kualitas Masjid: Perencanaan Desa Jadi Syarat Utama
Menurut Bupati Iksan, pembangunan masjid yang baik membutuhkan persiapan administratif yang lengkap dan akurat. Ia meminta seluruh desa memastikan kesiapan dokumen perencanaan sebelum mengajukan permohonan pembangunan.
“Pastikan perencanaannya matang di setiap desa. Jangan persoalan masjid ini dicicil-cicil. Kalau tidak matang, tidak akan bagus hasilnya,” tegasnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa pembangunan sarana ibadah akan dilakukan secara bertahap selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut bahwa dalam kurun 3-5 tahun, pembangunan dan penataan masjid akan dilakukan dari Solonsa hingga Terebino. Langkah ini, kata dia, bertujuan untuk menciptakan pemerataan fasilitas keagamaan di seluruh wilayah.
Pada bagian ini, komitmen Bupati Iksan tingkatkan fasilitas ibadah ditegaskan kembali sebagai program berkelanjutan. Ia memastikan bahwa setiap desa mendapat kesempatan yang sama dalam proses peningkatan kualitas sarana keagamaan.
Pelatihan Imam dan DKM Perkuat Fungsi Masjid
Pelatihan Imam yang digelar tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengurus masjid. Program ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pembinaan umat. Karena itu, pelatihan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan masjid dikelola secara profesional dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Morowali berharap pelatihan tersebut menghasilkan imam maupun pengurus masjid yang lebih kompeten. Selain itu, para peserta diharapkan mampu mengelola rumah ibadah dengan standar yang baik serta mampu menjalankan fungsi pelayanan umat secara optimal.
Pada bagian akhir sambutannya, Bupati Iksan kembali menegaskan bahwa komitmen Bupati Iksan tingkatkan kualitas masjid bukan hanya program administratif. Ia menyebut program ini sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan masjid diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik yang baik, tetapi juga menciptakan lingkungan religius yang lebih aktif dan inklusif. (Ghaff/Teraskabar).






