Morowali, Teraskabar.id – Komunitas Batak di Kabupaten Morowali kini memiliki wadah yang lebih terstruktur setelah pengurus Kerukunan Keluarga Batak Morowali (KKBM) periode 2025-2028 resmi dikukuhkan pada Sabtu petang, (31/1/2026), di Aula Kodim 1311/Morowali.
Acara yang diwakili oleh Asisten II Pemda Morowali Drs. Emil ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, menunjukkan dukungan penuh terhadap peran organisasi ini.
Peserta yang terdiri dari Forkopimda, pimpinan OPD, Kemenag Morowali, perwakilan kepolisian dan kejaksaan, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang, menyaksikan tonggak awal bagi perkembangan KKBM.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah mengingatkan pentingnya menjaga keragaman yang telah menjadi ciri khas Morowali.
“KKBM adalah bagian dari kekayaan sosial kita. Mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah bersama, bukan sebagai hal yang memisahkan kita,” tegas Emil dalam menyampaikan pesan Bupati Morowali.
Komunitas Batak di Morowali Perkuat Kerukunan dan Kontribusi
Alfius Sitohang sebagai Ketua KKBM yang juga menjabat sebagai Danramil Bungku Selatan mengungkapkan bahwa organisasi ini saat ini memiliki sekitar 100 Kepala Keluarga. Ia menyampaikan empat fokus utama yang akan menjadi prioritas kerja selama periode kepengurusan ini.
Pertama, memperkuat fondasi organisasi dengan menyusun aturan dasar yang jelas dan membentuk divisi kerja yang profesional. Kedua, melestarikan dan memperkenalkan budaya Batak melalui berbagai kegiatan seperti pesta adat, lomba kesenian tradisional, serta kelas belajar bahasa, tari, dan musik Batak.
Ketiga, menjalin kerja sama erat dengan pemerintah dan organisasi masyarakat lainnya dari berbagai suku untuk memperkuat kerukunan dan berkontribusi pada pembangunan daerah. Keempat, menjalankan program sosial dan kemanusiaan yang siap berkolaborasi dengan pihak terkait.
Acara pengukuhan yang dirangkaikan dengan perayaan Natal ini dipimpin oleh Panitia Pelaksana yang diketuai Lintong Boy Silitonga. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan agama, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dalam membangun komunitas yang solid.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kasih dan persaudaraan bisa kita wujudkan melalui acara seperti ini, sekaligus memulai babak baru bagi KKBM,” ujar Lintong yang juga menjabat sebagai Bendahara 1 KKBM.
Kasi Binmas Kemenag Morowali juga memberikan apresiasi dan harapan besar terhadap KKBM. “Semoga organisasi ini bisa tumbuh dan berkembang, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Morowali,” ucapnya.
Susunan Pengurus Utama KKBM 2025-2028:
– Pembina: Bupati Morowali, Dandim 1311/Morowali, Kapolres Morowali, Kajari Morowali
- Penasehat: Rudol Simanjuntak, Josua Tarigan, Bahrun Pinem Parangin Angin, Suwandi Hutajulu
- Ketua: Alfius Sitohang
- Sekretaris: Sultan Aruan (Sekretaris 1), Patar Jupian Simanjuntak (Sekretaris 2 & Humas)
- Bendahara: Lintong Boy Silitonga (Bendahara 1), Ayen Pandeangan (Bendahara 2)
- Koordinator: Iwan Abraham Batubara & Wahyu Saputra Chaniago (Perlengkapan); Rudi Pasaribu & Sholahudin Siregar (Kerohanian); Rudol Simanjuntak, J. Tarigan & Elma Sihotang (Adat)
Acara ditutup dengan sajian hiburan khas Batak, antara lain pertunjukan tari Manortor dari kelompok dewasa dan anak-anak, serta penyampaian lagu daerah yang penuh makna. Semangat persatuan dan kebersamaan terasa kental di setiap rangkaian acara. (***/red/teraskabar)







