Poso, Teraskabar. id – Korban luka-luka akibat gempa Poso magnitudo 6.0 kini bertambah, dari sebelumnya dilaporkan 26 orang, kini untuk sementara tercatat 30 orang.
Dari total korban tersebut, sebanyak 13 orang mengalami luka berat dan 17 orang luka ringan. Dua korban saat ini akan dirujuk ke RSUD Undata Palu.
“Saat ini pihak Pemkab Poso telah melakukan berbagai upaya seperti melakukan pendataan serta melakukan pengadaan tenda darurat bagi warga terdampak di Desa Masani. Sedangkan Bupati Verna Inkiriwang dan pejabat Pemkab lainnya sedang mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Poso,” kata Kepala Pelaksana BPBD Poso, Darma Metusala, kepada media ini, Ahad (17/8/2025).
Ia menjelaskan, mayoritas dari korban gempa yang saat ini mendapat perawatan medis adalah jemaat Gereja Elim Masani.
Salah seorang warga Masani, Heryanto Poro, mengatakan, jumlah korban dari jemaat Gereja Elim Masani sebanyak 17 orang.
“Korban untuk di jemaat Elim jumlahnya 17 orang, 13 dirawat di RSUD Poso dan 4 orang di Puskesmas Tokorondo, ” kata Heryanto kepada media ini Minggu siang di Gereja Elim Masani.
Saat kejadian kata Heryanto, seratusan warga sedang beribadah di gereja jemaat Elim Masani. Kemudian sekitar pukul 06.30 Wita, terjadi goncangan gempa magnitudo 6.0.
Menurutnya, bangunan gereja yang runtuh atau roboh adalah bangunan gereja yang lama. Sebab saat ini jemaat Elim Masani sedang membangun bangunan gereja baru di luar bangunan gereja yang lama. Jadi atap bangunan gereja lama yang berada di dalam bangunan gereja baru sudah dibongkar, tersisa balok gunting serta dinding betonnya di bagian depan dan belakang bangunan lama. Ketika gempa, sisa sisa balok gunting dan didnding beton tersebut ambruk saat gempa dan menghantam jemaat yang sedang beribadah.
“Kami sebenarnya ibadah pukul 09.00 Wita namun karena ada upacara tujuhbelasan gema kemerdekaan nusantara di dusun Tamanjeka, Desa Masani, maka kami berinisiatif untuk beribadah pukul 06.00 Wita dan terjadilah insiden itu,” ujar Heryanto .
Seluruh korban terluka akibat tertimpa beton bekas dinding dan balok, serta balok gunting bangunan gereja lama.
“Korban luka semuanya patah tulang kaki dan lengan ditindis beton dan balok gunting bangunan gereja lama, ” kata Heryanto. (deddy/teraskabar)






