Bangkep, Teraskabar.id – Siswa korban dugaan keracunan Maknan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) terus bertambah. Hingga Sabtu (20/9/2025) pukul 10.48 Wita, pihak Rumah Sakit Trikora Salakan, Kabupaten Bangkep, melaporkan total pasien telah mendapat perawatan sebanyak 335 orang. Dari jumlah itu, 301 anak dinyatakan pulih dan sudah dipulangkan. Sementara 34 anak lainnya masih menjalani perawatan intensif.
“Kami terus memantau kondisi pasien secara berkala dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk update penanganan lebih lanjut,” kata Direktur RS Trikora Salakan, dr Feldy Deki SpA(B) pada konferensi pers, Sabtu (20/9/2025), di Ruangan Posusungan RS Trikora Salakan, didampingi Kapolres Bangkep AKBP Ronaldus Karurukan, bersama tim yang terdiri dari Fatimah Zahra selaku Tenaga Ahli Komunikasi BGN.
Hadir pula dr Rusmin B Syukur SpAn(K) utusan RSUP Wahidin Makassar, serta Dandim 1308 Luwuk Banggai Letkol Kav Laode Azhar Hamid.
Sebagaimana diketahui, pada Rabu (17/9/2025), sedikitnya 277 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengalami gejala mual, pusing, dan muntah usai mengonsumsi MBG.
Gejala yang dialami pasien bervariasi. Mulai dari pusing, sakit kepala, mual, hingga sesak napas dan kram pada otot dada maupun tangan. RS Trikora memastikan penanganan medis dilakukan secara maksimal, termasuk pemberian obat-obatan sesuai gejala yang muncul.
Langkah cepat juga ditempuh dengan melibatkan tim medis tambahan dari RSUP Wahidin Makassar. Mereka terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis gastro, hingga perawat ahli. Selain fokus pada kondisi fisik, tim medis juga memberikan pendampingan psikologis kepada pasien.
Sementara itu, Kapolres Bangkep AKBP Ronaldus Karurukan menegaskan penyelidikan penyebab dugaan keracunan masih berjalan. Pihaknya sudah mengamankan sampel makanan dari lokasi penyedia, serta memasang garis polisi di area SPPG. Sampel makanan itu telah dikirim ke Balai POM Palu untuk diuji laboratorium.
“Kami akan mendalami penyelidikan setelah hasil uji keluar. Prinsipnya, semua akan diungkap secara transparan,” kata Kapolres Bangkep.
Pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan tim medis menegaskan komitmen untuk mengawal kasus ini hingga seluruh korban pulih dan penyebab insiden terungkap. (red/teraskabar)






