Morowali, Teraskabar.id– Krisis Air bersih Menui Kepulauan kembali mencuat sebagai persoalan utama yang mengganggu aktivitas harian warga Kelurahan Ulunambo, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali.
Permasalahan pasokan air bersih ini telah berlangsung lebih dari dua bulan akibat kerusakan mesin yang menjadi sumber utama distribusi air di wilayah tersebut. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat sekaligus menggambarkan lemahnya sistem pengelolaan infrastruktur dasar di tingkat kelurahan.
Sejak awal Agustus 2025, mesin DAP yang digunakan untuk menyalurkan air bersih dilaporkan rusak dan belum diperbaiki hingga kini. Akibatnya, krisis air bersih Menui Kepulauan memaksa masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi.
Warga juga menanggung beban ganda karena selama dua tahun terakhir mereka tetap diwajibkan membayar iuran Rp10.000 per pelanggan per bulan untuk biaya perawatan, selain pembayaran air per kubik.
Hal tersebut diatas disampaikan oleh anggota Ikatan Pelajar dan Pemuda Menui Kepulauan (IPPMMK) Palu, Nabil, yang merasakan keprihatinan atas lambannya respon pemerintah setempat. Ia menilai persoalan ini tidak sekadar masalah teknis, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral dan administratif pemerintah kelurahan.
“Air bersih adalah hak dasar warga. Ketika akses itu terhenti selama berbulan-bulan, maka yang rusak bukan hanya mesin, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegas Nabil, dalam keterangan pers yang diterima media ini, Senin (20/10/2025).
Upaya penyelesaian sebenarnya telah dilakukan melalui tiga kali pertemuan antara masyarakat dan pemerintah kelurahan. Pertemuan terakhir pada 27 September 2025 di rumah jabatan Camat Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, menghasilkan kesepakatan pembelian mesin DAP baru. Namun, realisasi kesepakatan tersebut belum terlihat hingga berita ini diturunkan, memperpanjang daftar janji yang belum ditepati.
Kondisi krisis air bersih Menui Kepulauan menuntut langkah konkret dari pemerintah kecamatan dan kelurahan. IPPMMK Palu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini sampai ada tindakan nyata yang menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem distribusi air bersih agar warga tidak lagi hidup dalam kesulitan yang sama setiap musim kemarau tiba.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Ulunambo, Irfan Lulu, S.Ag., saat dihubungi media ini membenarkan bahwa mesin air mengalami kerusakan dan saat ini pemerintah telah melakukan pemesanan mesin baru dari Surabaya.
“Mesin penggantinya sudah kami pesan dari Surabaya dan Insya Allah dalam waktu dekat ini akan tiba di Ulunambo untuk dioperasikan agar air bersih kembali dapat diakses oleh masyarakat,” bebernya.
Irfan menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan upaya maksimal dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah krisis air bersih menui Morowali.(Ghaff/Teraskabar).






