Jakarta, Teraskabar.id – Kritik Tim Asistensi ke Gubernur Sulteng melalui pernyataan salah satu anggota Tim yang juga merupakan seorang cendekiawan Prof DR Ahlis Djirimu Phd , bahwa ‘Gubernur Tidak Komitmen’ di sebuah harian versi cetak tanggal 8 September 2022 dapat didekati dalam berbagai perspektif.
Dalam uraian tubuh berita ada clue yang disoroti Ahlis yang notabene juga sebagai salah satu Tim Asistensi Pemprov Sulawesi Tengah yang melekat secara fungsional di Bappeda. Yaitu ‘lain dibicarakan, lain yang dilakukan’ atau dalam narasi lebih akademis, Ahlis menyebut semua uraian program hingga RPJMD 2026 nanti tidak diikuti.
Baca Juga: Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Minta Presiden Jokowi Mesti Batasi Impor Batu Gamping
Dalam ilmu jurnalistik, Ahlis berhasil mengiring tone positif menjadi tone negatif.
Berdasarkan rilis yang diterima dari Tenaga Ahli Gubernur Bidang Komunikasi Publik menjelaskan, dengan kritik Tim Asistensi ke Gubernur Sulteng tersebut, setelah menyimak perkembangan pemberitaan Gubernur Rusdy Mastura menyatakan bahwa;
1. Di era demokratisasi kritik adalah hal yang wajib. Sebagai gubernur, Cudy, sapaan gubernur sangat mengapresiasi;
Baca juga: Ajenkris Minta Maaf Setelah Kritik Wali Kota Palu dan Siap Terima Sanksi
2. Karena saudara Ahlis Djirimu adalah juga anggota Tim Asistensi Bappeda, maka jelas kritik Tim Asistensi ke Gubernur Sulteng mengonfirmasi ke publik yang bersangkutan tidak layak atau gagal mengemban fungsi fungsi asistensi; Terbukti tidak mampu mengawal dan frustasi sehingga menimpakan kegagalannya dengan memutar isu seolah Gubernur Tidak Komitmen.
3. Dunia berubah dengan cepat. Perubahannya juga sulit ditebak. Demikian juga dengan negara ikut terdampak perubahan dunia. Pasca wabah corona dan saat ini perang Rusia – Ukraina semua komoditi mengalami krisis. Daerah mesti responsif. Krisis pangan ancaman dunia juga saat ini diantisipasi Indonesia. Sulteng bagian dari Indonesia, mengambil peran dengan menyiapkan program yang linier dengan kebijakan umum tapi tidak menutup dengan program baru untuk mengatasi perubahan iklim dan krisis pangan. Melihat jalannya pemerintahan tidak boleh dilihat dari menara gading, atau Mercusuar. Kecakapan ilmu juga mesti merespon perubahan dan disrupsi ekonomi, digital dan krisis pangan dunia.
Baca juga : Enam Poin Arahan Gubernur Sulteng kepada Bupati dan Wali Kota di Rakor Hari Ini
4. Gubernur meminta agar seluruh program responsif dengan perkembangan. Tanpa keluar dari rencana besar di RPJMD. Mestinya akademisi yang menjadi tim asistensi lebih bijaksana, lebih koordinatif dan responsif. Demikian pesan gubernur. (teraskabar)






