Selasa, 13 Januari 2026

Kunjungan Kerja Perdana Usai Dilantik, Gubernur Sulteng Buka Rembuk Budaya di Buol

Kunjungan Kerja Perdana Usai Dilantik, Gubernur Sulteng Buka Rembuk Budaya di Buol
Pembukaan Rembuk Budaya di Buol ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, Selasa (27/5/2025) "Bokid Hadat" di Lapangan Anjungan Leok, Kabupaten Buol. Foto: Biro Adpim

Buol, Teraskabar.id– Gubernur Sulawesi Tengah,H. Anwar Hafid secara resmi membuka kegiatan Rembuk Budaya “Bokid Hadat” di Lapangan Anjungan Leok, Kabupaten Buol, Selasa sore (27/5/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja perdana Anwar Hafid dalam kapasitasnya sebagai Gubernur bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido. Ia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Buol sejak lama.

“Buol bukan wilayah yang asing bagi saya. Sebelum menjadi anggota DPR RI, saya sudah sering berkunjung ke sini,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid turut didampingi sejumlah pejabat, antara lain Wakil Gubernur dr.Reny, Komisaris Utama Bank Sulteng, para kepala perangkat daerah Provinsi Sulteng, serta pimpinan instansi vertikal seperti BPJS, Bulog, dan BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan bahwa kegiatan rembuk tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah daerah khususnya Kabupaten Buol dalam melestarikan kekayaan budaya lewat penguatan kembali nilai-nilai budaya dalam pemerintahan, di tengah kemajuan zaman.

“Rembuk Budaya ini bukan hanya wadah pelestarian tradisi, tetapi forum penting masyarakat dan pemerintah dalam merumuskan langkah strategis dalam penguatan budaya daerah,” ucap Gubernur

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sulawesi Tengah. “Dengan mengucap bismillah, Rembuk Budaya Buol saya buka,”  ucap Anwar Hafid seraya mengayun tabuh gong.

Sebagai agenda musyawarah budaya yang besar, upacara pembukaan rembuk budaya tersebut dihadiri oleh seluruh dewan adat, tetua, dan pemangku dari wilayah Kabupaten Buol.

Di sela sambutan pembukaan, Anwar Hafid mengatakan bahwa kunjungan kerja Pemprov Sulteng ke Buol saat ini menjadi istimewa sebab menjadi kunjungan perdana selama ia dan dr. Reny terpilih memimpin Sulteng.

“Saya menyatakan dan buktikan pada hari ini Kabupaten Buol ini adalah kabupaten pertama kunjungan kerja saya kerja saya terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur,” ucap Anwar Hafid.

  Peduli Korban Banjir Barru dan Soppeng, PT Vale Salurkan Bantuan Sembako dan Obat-Obatan

Mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Budaya, Ripuh Noto Tanda Nio”, Anwar Hafid menilai kegiatan tersebut selaras dengan salah satu program Gubernur Sulawesi Tengah, yakni Berani Berkah.

“Lewat Berani Berkah, nilai-nilai budaya, nilai-nilai religi, dan adat-istiadat itu kita kuatkan lagi,” ucap Anwar Hafid.

Dalam kunjungannya ke Buol saat ini, Anwar Hafid juga menegaskan bahwa ia tidak sekadar datang “tunjuk muka”, lebih daripada itu, ia hadir untuk merealisasikan janji dan programnya bersama Wakil Gubernur secara khusus di Buol.

Hal ini ia dibuktikan dengan menghadirkan secara langsung seluruh Kepala Dinas dan OPD dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk hadir bermusyawarah bersama dengan Bupati Buol serta seluruh Kepala Dinas dan OPD Buol.

“Juga hadir di sini para pimpinan perangkat daerah, 48 kepala dinas hadir di sini. Kepala bank pembangunan Sulteng, Direktur BPJS, Kepala badan statistik,” ucapnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Buol bersama Raja Buol menganugerahkan gelar kehormatan “Tao Doka” atau “Orang Besar” kepada Gunernur Anwar Hafid. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya untuk menjaga amanah gelar tersebut.

“Insya Allah, gelar ini akan saya sandang dengan penuh kebanggaan. Saya akan buktikan bahwa saya layak menyandangnya,”tegasnya.

Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah gempuran globalisasi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan identitas budaya lokal dan berencana menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam sistem pemerintahan, melalui peraturan daerah.

Lebih lanjut, Ia menyatakan komitmennya untuk menyalurkan dana hibah kepada seluruh keraton aktif di Sulawesi Tengah, termasuk Kerajaan Buol, sebagai bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya.

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, berharap rembuk budaya ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dituangkan dalam produk hukum daerah, antara lain : penguatan institusi kerajaan, seni budaya lokal, kurikulum muatan lokal, serta peradilan adat.

  Ramadan Annas Yakin Ahmad Hakim Mampu Pimpin PDIP Sulteng

Sementara itu, Raja Buol, Moh. Syafri Turungku, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai “nafas” bagi keberlangsungan adat dan budaya di Buol.

“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi penunjuk arah masa depan,”ujarnya.

Tampak hadir, Wabup Buol, Unsur Forkopimda Buol, Perangkat kerajaan dan Dewan Adat Buol, Pimpinan OPD Kab.Buol, Para Kades dan Ketua BPD Desa. (red/teraskabar)