Selasa, 13 Januari 2026

Laskar To Boengkoe Menyala di Morowali, Aksa Ishak: Memperkuat Identitas To Bungku

laskar to boengkoe menyala di morowali aksa ishak memperkuat identitas to bungku
Bersama Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, Ketua Laskar To Boengkoe, H. Aksa Ishak Asira sebut Laskar To Boengkoe menyala!. Foto: Dok/Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Laskar To Boengkoe menyala setelah organisasi sosio-kultural itu resmi dikukuhkan oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, pada Minggu (7/12/2025). Laskar To Boengkoe menyala sebagai simbol kebangkitan. Dalam momentum itu, semangat laskar yang hidup dan menyala digaungkan sebagai penegasan bahwa identitas masyarakat Bungku harus terus dijaga dan diberdayakan di tengah perubahan zaman.

Pengukuhan Laskar To Boengkoe menyala dan khidmat di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah. Acara tersebut sekaligus menandai babak baru peran organisasi dalam ranah sosial dan budaya. Laskar To Boengkoe, yang dibentuk oleh kaum muda, hadir untuk mengokohkan nilai adat budaya dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kemasyarakatan. Pengurus menegaskan bahwa laskar ini bukan sekadar wadah seremonial, melainkan gerakan yang berdiri di atas disiplin, tanggung jawab, dan keberpihakan pada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas utama masyarakat Bungku. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut baik berdirinya Laskar To Boengkoe dan berharap organisasi ini menjadi benteng harmoni serta penjaga nilai lokal. Bupati menilai bahwa di tengah dinamika pembangunan dan arus modernisasi, keberadaan laskar seperti ini sangat dibutuhkan untuk memastikan budaya tetap hidup dan tidak hilang tergerus zaman.

Ketua Laskar To Boengkoe, H. Aksa Ishak Asira, menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar untuk memastikan Laskar To Boengkoe menyala dalam setiap program sosial yang dijalankan. Ia menjelaskan bahwa organisasi hadir sebagai motor penggerak pemberdayaan komunitas dan pelestarian budaya.

“Kami ingin Laskar To Boengkoe menyala sebagai penguat identitas dan kesadaran kolektif masyarakat Bungku. Generasi muda harus bangga pada adatnya sendiri dan tidak boleh kehilangan arah terhadap nilai leluhur. Itu yang akan kami jaga dan perkuat,” ujar Aksa.

Ia juga menambahkan bahwa organisasi akan bekerja secara profesional dan disiplin dengan mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah dan kekeluargaan.

“Kami tidak ingin hanya menjadi nama. Laskar To Boengkoe harus menunjukkan kerja nyata. Kami akan turun langsung ke masyarakat, menjalankan program sosial, budaya, dan edukasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga. Itu komitmen kami,” tegasnya.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat setelah pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Asfar, SE. Dalam SK tersebut, H. Aksa Ishak Asira resmi ditetapkan sebagai Ketua, dengan Asfar sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris dijabat oleh Abdul Ramadan, S.Ap, sementara Sultan Abdul Rauf ditetapkan sebagai Bendahara. Seluruh pengurus kemudian dipanggil naik ke panggung untuk dikukuhkan secara resmi di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Dengan demikian, pengukuhan ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga menghidupkan semangat Laskar To Boengkoe menyala sebagai gerakan yang berkomitmen menjaga identitas, memberdayakan masyarakat, dan memastikan nilai budaya Bungku tetap relevan bagi generasi masa depan. (Ghaff/Teraskabar).