Morowali, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten Morowali menegaskan komitmen listrik Kepulauan menyala 24 jam bagi masyarakat wilayah kepulauan. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan penegasan tersebut saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Jumat (30/1/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa listrik Kepulauan menyala 24 jam menjadi janji langsung PLN yang harus diwujudkan sesuai jadwal.
Pemkab Morowali Kawal Janji PLN
Bupati Iksan menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengawal proses teknis penyediaan listrik tanpa henti. Saat ini, PLN melakukan pengetesan penyalaan listrik di Desa Waru-Waru secara bertahap hingga tuntas. Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan jaringan listrik di Menui dan Bungku Selatan.
Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa ia telah menggelar rapat langsung bersama pimpinan PLN. Dalam pertemuan tersebut, PLN menyatakan kesanggupan untuk merealisasikan listrik Kepulauan menyala 24 jam mulai bulan Maret. Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai komitmen yang telah disepakati.
“Pulau ini harus terang, kemarin saya rapat sama kepala PLN dan kemudian Menui dan Bungku Selatan ini dipastikan saya sudah jamin ini karena mereka sudah berjanji, 24 jam ini bulan Maret sudah terlaksana,” ujar Iksan di Kantor Camat Bungku Selatan.
Pengetesan Listrik Berjalan Bertahap
Saat ini, PLN melaksanakan pengetesan penyalaan listrik secara penuh di Desa Waru-Waru. Proses tersebut bertujuan memastikan pasokan listrik stabil dan aman sebelum dioperasikan tanpa pembatasan waktu.
Selanjutnya, PLN juga mempersiapkan sistem operasional di wilayah kepulauan lainnya.
Sementara itu, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan lapangan. Dengan demikian, setiap kendala teknis dapat segera diselesaikan. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal.
Listrik Kepulauan Menyala 24 Jam Dorong Kualitas Hidup
Bupati Iksan menegaskan bahwa listrik menyala 24 jam menjadi kebutuhan dasar masyarakat kepulauan. Pasokan listrik penuh akan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Selain itu, listrik 24 jam juga mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah di Morowali.
Lebih penting lagi, pemerintah daerah menolak janji tanpa realisasi. Oleh sebab itu, Iksan meminta PLN menjalankan komitmen operasional secara konsisten. Dengan terlaksananya program ini, masyarakat kepulauan diharapkan segera menikmati kehidupan yang lebih layak, produktif, dan berkelanjutan.
“Saya kasih tahu mereka (PLN) jangan kau datang cuma menjanji saya. Saya ini mulutku yang saya percaya, lebih berharga apa yang saya keluarkan daripada hartaku. Jadi kalau saya sudah bicara itu yang saya pegang,” pungkas Iksan. ***







