Senin, 12 Januari 2026
Home, News  

Mahasiswa Asal Witaponda Morowali Ikut Ekspedisi Pelayaran Akademis 4 Negara

mahasiswa asal witaponda morowali ikut ekspedisi pelayaran akademis 4 negara
Mahasiswa Asal Witaponda Morowali ikut ekspedisi pelayaran akademis 4 negara. Foto: Dok

Morowali, Teraskabar.id – Tim Ekspedisi Pelayaran Akademis (EPA III) Korps Pencinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan pelayaran ilmiah lintas negara menggunakan perahu tradisional Sandeq, perahu khas Sulawesi yang menjadi simbol kejayaan maritim Nusantara. Pelayaran selama 66 hari ini menempuh ribuan mil laut dan melintasi empat negara: Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dalam kegiatan tersebut, seorang mahasiswa asal Witaponda Morowali turut ambil bagian dalam ekspedisi akademis bergengsi ini.

Salah satu peserta ekspedisi, Asrul Djalil, yang merupakan mahasiswa asal Witaponda Morowali yang menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin Makassar. Kontribusi Asrul tidak hanya membanggakan keluarga dan masyarakat Witaponda, tetapi juga memperlihatkan bahwa potensi akademik dan semangat petualangan ilmiah dapat tumbuh di daerah mana pun, termasuk dari Morowali.

Ekspedisi yang dimulai pada Juli 2025 ini menelusuri jalur pelaut Sulawesi kuno yang dahulu menjadi penghubung budaya dan perdagangan antarbangsa. Melalui pelayaran ini, tim EPA III melakukan penelitian sosial, budaya, dan lingkungan hidup, serta mendokumentasikan jejak sejarah persebaran budaya maritim dari Pulau Sulawesi hingga ke daratan Asia Tenggara. Perahu Sandeq yang digunakan menjadi bukti nyata kekayaan budaya bahari yang masih lestari dan bernilai ilmiah tinggi.

Kegiatan Ekspedisi Pelayaran Akademis ini sendiri merupakan bentuk nyata respons Korpala Universitas Hasanuddin terhadap tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi ekosistem laut, dan memudarnya warisan maritim bangsa. Para peserta berupaya menghidupkan kembali semangat pelaut Nusantara yang tangguh dan berpengetahuan, sekaligus meneliti dinamika budaya bahari di kawasan Asia Tenggara.

Keterlibatan mahasiswa asal Witaponda Morowali menambah nilai kebanggaan tersendiri bagi Morowali, karena menunjukkan bahwa anak muda dari Morowali mampu berkontribusi dalam kegiatan akademik berskala internasional.

Abdul Rahman, warga Desa Ungkaya, menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian Asrul Djalil. Ia menilai, langkah Asrul menjadi bukti bahwa anak muda Morowali memiliki kemampuan dan keberanian untuk bersaing di dunia akademik dan penelitian global.

“Kami bangga sekali. Anak dari desa kecil bisa berlayar meneliti sampai ke luar negeri. Ini bukan hal biasa, ini kebanggaan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya, Sabtu (01/11/2025).

Ia juga berharap agar Pemkab Morowali memberikan perhatian khusus kepada generasi muda seperti Asrul yang berprestasi di bidang akademik dan kebudayaan.

“Semoga semakin banyak anak muda Morowali mengikuti jejak Asrul. Ini membuktikan bahwa masa depan daerah bisa tumbuh dari semangat belajar dan keberanian untuk bermimpi besar,” tutupnya. (Ghaff/Teraskabar).