Selasa, 13 Januari 2026
Home, News  

Marak Gangguan Kamtibmas di Kota Palu, Pemkot Gelar Rakor Keamanan Wilayah

Marak Gangguan Kamtibmas di Kota Palu, Pemkot Gelar Rakor Keamanan Wilayah
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menggelar rapat koordinasi (Rakor) Keamanan Wilayah Kota Palu, Senin (19/5/2025). Foto: Imron/Diskominfo

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menggelar rapat koordinasi (Rakor) Keamanan Wilayah Kota Palu, Senin (19/5/2025).

Rakor yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, dihadiri  berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Polresta Palu, Kodim 1306/Kota Palu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat dan lurah se-Kota Palu, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Pada rapat ini, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid didampingi Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin dan Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo.

Wali Kota Hadianto Rasyid dalam pengantarnya, menyampaikan bahwa Rakor tersebut digelar sebagai respon atas meningkatnya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Palu dalam beberapa bulan terakhir.

“Beberapa kejadian yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, saya mengundang seluruh camat dan lurah selaku pemilik dan pengawas wilayah, bersama Polresta Palu, Dandim 1306, dan OPD-OPD terkait, untuk kita duduk bersama membahas langkah-langkah konkret yang harus segera diambil,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan kepada para camat dan lurah untuk segera berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah masing-masing.

“Mulai dari RT, RW, Satgas Pancasila, Linmas, lembaga adat, hingga organisasi kemasyarakatan yang ada di kelurahan, harus segera dilibatkan dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ini adalah instruksi yang harus dijalankan secara cepat dan tepat,” tegas wali kota.

Wali Kota juga menyoroti sejumlah kasus yang terjadi, termasuk aksi pencurian, pengrusakan aset publik seperti kabel listrik dan penutup manhole drainase, serta curanmor yang belakangan kembali marak.

  Launching Aplikasi SI-CERMAT, Percepatan Layanan Karantina Berbasis Digital

Wali kota menekankan pentingnya sinergi dan kewaspadaan kolektif antar unsur pemerintah dan masyarakat.

“Sabtu sore kemarin terjadi lagi kejadian, sebelumnya di Palu Barat. Ini menandakan bahwa kita tidak bisa berdiam diri. Harus ada langkah nyata dan terkoordinasi,” tandas wali kota.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemaparan dari berbagai pihak terkait, termasuk Polresta Palu, Kodim 1306, serta OPD-OPD seperti Kesbangpol, Satpol PP, dan lainnya.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dan operasional untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kota Palu.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Palu menegaskan komitmennya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif demi kenyamanan dan keselamatan seluruh warganya.

Sebelumnya terjadi peristiwa pembacokan menimpa seorang pekerja bangunan, Makmur, di sekitar Vihara Jalan Abdurahman Saleh, Kecamatan Palu Selatan, sekitar pukul 18.00 Wita. Makmur yang merupakan pekerja bangunan ini baru saja pulang dari lokasi pekerjaannya.

Saat perjalanan menuju ke rumahnya, ia mendengar nada dering telpon di HP nya dan segera meminggirkan motornya, tepat di depan lorong sekitar Vihara.

Ketika menerima telpon, tiba tiba muncul tiga pria mengendarai sepeda motor. Dua di antaranya berboncengan, lantas bertanya ke korban.

“Apakah kamu temannya ini,” ujar seorang pelaku sembari menyebut salah satu nama.

Usai bertanya, ketiga pelaku mengejar korban dengan membawa benda tajam jenis samurai. Mengetahui dirinya dikejar, korban berupaya mencari pertolongan sambil berlari mencari tempat perlindungan. Korban berupaya menyelamatkan diri dengan mencoba masuk ke tempat jasa laundry di pinggir Jalan Abdurahman Saleh. Namun naas, pintu tempat jasa laundry tersebut tertutup, sehingga salah seorang pelaku berhasil menjangkaunya lantas mengayunkan samurainya.

  Ribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal dan Pesta Rakyat Pemprov Sulteng

Korban kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan memasuki salah satu konter penjualan tiket, tak jauh dari tempat jasa laundry tersebut.

“Panggil cepat Polisi,” pinta Makmur kepada Atika, karyawan Travel AA itu.

Beruntung, ketiga pelaku tak mengejarnya lagi sehingga karyawan di konter penjualan tiket tersebut bisa menolongnya, dengan berupaya memberi pertolongan pertama.

Tak lama kemudian, warga sekitar berdatangan untuk bersama sama memberi pertolongan pertama kepada korban. Beberapa warga di antaranya, mencoba mencegat mobil agar bersedia mengantar korban ke rumah sakit terdekat. (red/teraskabar)