Morowali, Teraskabar.id – Masa bhakti anggota DPRD Kabupaten Morowalitahun sidang 2024–2025 telah memasuki Masa Persidangan III. Sejumlah legislator mulai melaksanakan kegiatan di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Salah satunya adalah anggota DPRD Kabupaten Morowali dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Ahmad Hakim, S.H.
Legislator Dapil Morowali II ini mengawali kegiatan dengan melakukan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Desa Dampala dan Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, pada Senin (25/8/2025).
Serap Aspirasi di Desa Dampala
Dalam kunjungannya di Desa Dampala, Ahmad Hakim yang akrab disapa Om Hakim, menggelar dialog interaktif bersama masyarakat. Hadir pula Kepala Desa, perangkat pemerintah desa, serta sejumlah warga.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya fungsi DPRD sebagai perwakilan masyarakat dalam memperjuangkan alokasi anggaran yang benar-benar menyentuh kepentingan rakyat.
“Kami ini hanya mewakili bapak-ibu, sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk menyerap aspirasi. Aspirasi inilah yang akan kami ajukan dalam pembahasan anggaran di DPRD,” ujarnya.
Kepala Desa Dampala, Hartono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ahmad Hakim. Ia menyebut pertemuan tersebut membuka ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan usulan-usulan pembangunan.
Dalam sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan, antara lain pencegahan banjir sungai Dampala, pembangunan pagar SD Negeri Dampala, pembangunan gedung madrasah, serta pemberian insentif bagi tenaga pengajar Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Rahmah, salah seorang tenaga pengajar MI, berharap agar perjuangan insentif bagi guru honorer dan perbaikan sarana madrasah bisa direalisasikan. “Selama ini kami mengajar tanpa gaji, gedung pun masih berdinding papan. Semoga ada perhatian,” ungkapnya.
Menanggapi itu, Ahmad Hakim menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang masuk merupakan amanah yang wajib ia perjuangkan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran menuntut adanya skala prioritas.
Aspirasi Warga Desa Bahomakmur
Di Desa Bahomakmur, masyarakat menyampaikan keluhan utama terkait infrastruktur jalan, jembatan, penerangan jalan, masalah sampah, hingga pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri.
Kepala Desa Bahomakmur, Sutarni, menyebut kerusakan jalan yang belum tuntas diperbaiki sering menimbulkan kemacetan. Ia juga menyoroti pencemaran limbah pabrik yang berdampak pada sumber air bersih masyarakat. “Kami berharap masalah ini bisa diperjuangkan agar tidak terus menjadi ancaman bagi kesehatan warga,” ucap Sutarni.
Hal senada disampaikan John, salah satu warga, yang meminta perhatian serius atas ancaman kesehatan akibat pencemaran lingkungan dan menumpuknya sampah di desa tersebut.
Menjawab hal itu, Ahmad Hakim berjanji akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke pembahasan di DPRD. “Masalah pencemaran lingkungan dan sampah ini sangat mendesak. Saya akan perjuangkan agar pemerintah segera mencari solusi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memberi perhatian khusus terhadap usulan salah satu warga terkait penyandang disabilitas. Menurutnya, kelompok tersebut kerap luput dari alokasi anggaran.
“Usulan ini sangat baik. Saya akan dorong agar ada perhatian khusus bagi penyandang disabilitas, termasuk kemungkinan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) serta program pemberdayaan ekonomi untuk mereka,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar)







