Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

Memberantas Destruktif Fishing, Pemprov Sulteng Siap Mendukung Operasional Patroli Lanal Palu

Memberantas Destruktif Fishing, Pemprov Sulteng Siap Mendukung Operasional Patroli Lanal Palu
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus Sir, berserta rombongan melakukan audiensi ke kantor Gubernur Sulteng dan diterima langsung Gubernur Anwar Hafid, Rabu (11/6/2025), di ruang kerjanya. Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Praktik ilegal fishing pengeboman ikan masih marak terjadi di wilayah pesisir perairan Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya di Kabupaten Parigi Moutong(Parimo).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) di bawah kepemimpinan Anwar Hafid-Reny A Lamadjido segera berupaya memberantas praktik destruktif fishing tersebut dengan membangun sinergitas bersama TNI AL melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu.

Keseriusan Pemprov Sulteng untuk memberantas destruktif fishing, memperoleh sambutan positif Lanal Palu.  Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus Sir, berserta rombongan melakukan audiensi ke kantor Gubernur Sulteng dan diterima langsung Gubernur Anwar Hafid, Rabu (11/6/2025), di ruang kerjanya.   

Pertemuan tersebut membahas komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi dan TNI AL untuk melindungi wilayah pesisir Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong, yang masih marak terjadi praktik ilegal fishing seperti pengeboman ikan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar menyampaikan keprihatinannya atas kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas pemboman, terutama di kawasan yang sejatinya sangat potensial untuk perikanan berkelanjutan.

“Di beberapa titik, hanya 20 meter dari bibir pantai sudah ditemukan ikan. Tapi kalau dibom terus, semuanya rusak. Kita harus hentikan,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menegaskan bahwa Pemprov Sulteng siap menanggung biaya operasional patroli laut dan memfasilitasi kerja sama strategis dengan Lanal Palu. Menurutnya, dukungan penuh pemerintah daerah penting untuk memperkuat kehadiran negara di laut, terutama di wilayah-wilayah rawan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Waktu masa kampanye, keluhan soal pengeboman ikan ini sangat kuat disuarakan oleh masyarakat Parigi Moutong. Sekarang saatnya kita jawab dengan tindakan nyata,” ujar Anwar Hafid.

Danlanal Palu, Kolonel Marthinus, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai perlindungan laut tidak bisa dilakukan sepihak, tetapi memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk peran serta aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat.

  Edukasi Keuangan Hingga November 2024, OJK Sulteng Menyasar 15.703 Orang

Gubernur juga mengajak agar Pemerintah Provinsi dan Lanal Palu bisa melakukan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan kerja sama patroli laut dan edukasi masyarakat pesisir. Kawasan Parigi Moutong menjadi fokus awal karena tingkat kerawanannya yang tinggi serta potensi lautnya yang luar biasa.

“Kalau kita bisa jaga laut kita, bukan hanya ekosistem yang selamat, tapi juga kesejahteraan nelayan akan meningkat. Ini bukan soal pengawasan saja, tapi soal keberlanjutan hidup bersama,” tutup Gubernur.

Sebelumnya, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menjelaskan praktik desktruktif fishing atau pengeboman ikan sangat marak terjadi di perairan Kabupaten Parimo.

“Luar biasa pengeboman ikan di wilayah perairan Parigi Moutong, saya setiap saat di laut karena hobi memancing, jadi banyak mengetahuinya,” kata ErwinBurase di hadapan sejumlah wartawan di kantor gubernur usai pelantikan dua kepala daerah oleh Gubernur Sulteng H Anwar Hafid, yaitu Bupati Parimo dan wakilnya, serta bupati Banggai beserta wakilnya, Senin (2/6/2025).

Sehingga, kata Erwin Burase bersama wakilnya, Abdul Sahid, berkomitmen pemberantasan praktik desktruktif fishing atau pengeboman ikan menjadi salah satu agenda prioritas dalam 100 hari kerja pertama dalam kepemimpinannya di Kabupaten Parimo. (red/teraskabar)