Palu, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia (PT Vale) dalam menjalankan operasionalnya, anak usaha Group Mining Indusrty (MIND ID), senantiasa menjaga hubungan yang konstruktif dengan masyarakat melalui keterlibatan yang terbuka, bermakna, dan berkelanjutan. Semangat ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan harmoni bersama komunitas.
Hal itu tercermin pada pelibatan masyarakat lingkar operasional melalui pelatihan daur ulang plastik di Nursery Wooden House, Sorowako, pada penghujung bulan Mei 2025. Pelatihan ini melibatkan 50 peserta, khususnya ibu rumah tangga dan pengelola bank sampah binaan PT Vale di Kawasan Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Dalam sesi pelatihan yang digelar PT Vale untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 ini, peserta diajarkan mengolah kantong plastik bekas menjadi produk ekonomis seperti dompet dan pouch. Para peserta yang didominasi ibu ibu rumah tangga, dilatih agar bisa menciptakan produk menarik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat digunakan sehari-hari. Sebuah langkah kecil yang bisa mendorong kesadaran kolektif.
Pada kesempatan berbeda, tepatnya di bulan Februari 2025, PT Vale kolaborasi dengan Pemerintah Desa Balantang juga menggelar pelatihan daur ulang limbah. Pelatihan kali ini untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi .
Pelatihan ini menghadirkan 15 ibu-ibu rumah tangga untuk mendorong ekonomi sirkular berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan dengan memanfaatkan limbah.
“Keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga bagaimana kita menciptakan keseimbangan antara sumber daya alam, pemberdayaan ekonomi, dan inovasi industri. Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah, kita menciptakan model bisnis yang tidak hanya bertahan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia,” kata Direktur Keberlanjutan PT Vale, Bernardus Irmanto, beberapa waktu lalu.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program pemberdayaan ekonomi hijau ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama perempuan di Desa Balantang. Sehingga mendorong terciptanya kejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat limbah sebagai masalah, tetapi sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan. Dengan pelatihan ini, kelompok perempuan mendapatkan keterampilan baru yang memungkinkan mereka menghasilkan produk berkualitas dan memperluas peluang ekonomi mereka. Ini bukan sekadar program CSR, ini adalah investasi dalam masa depan berkelanjutan, sehingga limbah menjadi berkah karena mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas,” kata Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menjelaskan bagaimana keterampilan baru yang diberikan dalam program ini mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas.
Target Komersialiasi Produk Berbasis Limbah
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, PT Vale juga mendorong pemerintah desa dan kelompok PKK untuk mengembangkan pengelolaan minyak jelantah hingga tahap komersialisasi, serta bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pasar bagi produk berbasis limbah ini.
Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Pj. Kepala Desa Balantang, Nasir Dj, yang menilai inisiatif ini sebagai langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan keberlanjutan ekonomi.
“Pelatihan ini mengajarkan kepada kami bahwa sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai ternyata bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Kami sangat mengapresiasi PT Vale yang telah memberikan edukasi dan solusi nyata dalam pengelolaan limbah minyak jelantah, sehingga limbah menjadi berkah,” katanya.
Salah satu peserta, Nurdina, juga membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan ini. “Saya baru menyadari bahwa minyak jelantah yang selama ini kami buang bisa diubah menjadi produk yang bernilai tinggi. Kini saya memiliki keterampilan baru yang bisa membantu saya mendapatkan penghasilan tambahan,” ungkapnya.
Lomba Kreativitas Daur Ulang
Mendorong ekonomi sirkular bukan hanya melalui pelatihan daur ulang, PT Vale juga memanfaatkan momentum Hari Peduli Sampah Nasional dengan menggelar lomba kreativitas daur ulang.
Lomba ini diikuti 11 peserta dengan 33 karya yang dilombakan. Peserta sangat antusias menampilkan kreativitas dan karya yang inovatif. Berbagai kreasi daur ulang sampah ditampilkan para peserta, mulai dari busana, hiasan meja, aksesoris baju, vas bunga, meja, hingga sejumlah kerajinan tangan, dan aksesoris menarik lainnya.
“Pesan yang ingin disampaikan bahwa sampah plastik dapat bernilai jual melalui sebuah kreativitas,” kata Acting Chief Technology Officer (CTO) PT Vale Indonesia, Jinan Syakir.
Ia mengatakan, PT Vale telah menunjukan cara mengelolah sampah melalui kegiatan positif dengan menggali kreativitas warga. Sehingga, masalah utama berupa minim kepedulian terhadap sampah, bisa mengubah kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, PT Vale menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari model bisnis berkelanjutan yang mendukung transformasi ekonomi hijau Indonesia. Kolaborasi dengan pemerintah, edukasi masyarakat, dan investasi pada rehabilitasi lingkungan adalah bentuk nyata dukungan PT Vale terhadap tujuan besar bangsa.
Dalam setiap langkah, PT Vale terus membawa semangat untuk menjadi perusahaan yang tidak hanya menambang sumber daya, tetapi juga menjaga bumi dan membangun masa depan. (red/teraskabar)






