Menghadirkan BPBD Sulteng, Dinas Kominfosantik Fasilitasi Jurnalis Peroleh Informasi Gempa Morowali

Palu, Teraskabar.id – Langkah cepat dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan memfasilitasi sejumlah awak media untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini pasca gempa tektonik magnitudo 5,1  melanda Morowali pada Jumat dinihari (31/5/2024).

Kali ini menghadirkan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng sebagai instansi yang terkait langsung penanganan pasca gempa di Morowali.

Kominfosantik juga berencana menghadirkan pihak BMKG melalui zoom meeting setelah awak media mengusulkan untuk mengundang kepala BMKG. Hanya saja, Kepala Dinas Kominfosantik Sulteng,  Sudaryano R Lamangkona mengaku kesulitan untuk menghadirkannya. Sebab, beberapa kali pihak BMKG diundang untuk mengikuti kegiatan serupa melalui zoom meeting, tapi tak pernah merespon pesan yang dikirim melalui whatsapp.

Baca juga: Lokasi Gempa Morowali Magnitudo 5,1 di Kawasan Tambang Bahodopi

“Saya kesulitan untuk mengundang kepala BMKG karena tak pernah direspon WA ku, tapi saya coba hubungi,” kata Sudaryano sebelum memulai kegiatan zoom meeting untuk mengetahui perkembangan pasca gempa Morowali magnitudo 5,1.

“Sedangkan pak Kadis saja tidak direspon, apalagi kita ini wartawan,” timpal sejumlah awak media.

Sebagaimana diketahui, gempa Morowali yang terjadi pada pukul 01.08.19 Wita tersebut, berdasarkan analisa BMKG memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,74° LS ; 122,15° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 27 Km arah tenggara Morowali, Sulawesi Tengah, dengan pusat gempa pada kedalaman 20 km.

Guncangan dirasakan kuat oleh masyarakat setempat, menyebabkan kepanikan dan kerusakan ringan di beberapa area. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan.

Baca jugaKanal Layanan Virtual Veronika MyTelkomsel Kini Terintegrasi Teknologi Microsoft Azure OpenAI Service

Dalam upaya memastikan informasi terkini dan akurat tersebar luas, Dinas Kominfosantik Sulteng segera membuka pusat informasi darurat yang berfungsi sebagai penghubung antara BPBD Sulteng dan jurnalis dari berbagai media.

Kepala Dinas Kominfosantik Sulteng, Sudaryano R. Lamangkona, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kesalahan informasi yang dapat memperburuk situasi.

“Kami menyadari betapa pentingnya informasi yang cepat dan tepat dalam situasi darurat seperti ini. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan BPBD Sulteng untuk menyediakan akses informasi yang diperlukan oleh rekan-rekan jurnalis agar dapat menyampaikan berita yang akurat kepada masyarakat,” ujar Sudaryano.

Pusat informasi darurat ini dilengkapi dengan fasilitas komunikasi yang memadai, termasuk akses internet dan ruang pertemuan. Selain itu, jurnalis juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan update langsung dari pihak BPBD dan stakeholder lainnya, jika eskalasi bencana terus memperlihatkan trend yang meningkat.

Baca jugaMenggandeng Awak Media, KPU Tolitoli Bangun Komitmen Ciptakan Pilkada Damai

Kepala BPBD Sulteng, Akris M. Fattah, melalui Kepala Bidang Kebencanaan, Andy Sembiring, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Dinas Kominfosantik Sulteng.

“Koordinasi yang baik antara instansi pemerintah dan media sangat krusial dalam penanganan bencana. Dengan bantuan dari Kominfosantik Sulteng, kami dapat menyampaikan informasi dan instruksi penting kepada masyarakat dengan lebih efektif,” kata Andy.

Dinas Kominfosantik Sulteng juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Informasi resmi terkait gempa dan tindakan penanganan akan terus diperbarui melalui saluran komunikasi yang telah disediakan. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *