Parimo, Teraskabar.id – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengingatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja ikhlas mencari dan membantu warga yang membutuhkan.
Hal ini disampaikan Mensos Tri Rismaharini saat melakukan kunjungan ke Desa Sausu Trans Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Selasa (5/3/2024).
Menurut Mensos Tri Rismaharini, para pendamping perlu mendengarkan serta mengkomunikasikan apa yang menjadi kebutuhan warga sekitar agar mereka lebih sejahtera.
Baca juga: 151 Desa Kategori Tertinggal di Sulteng
Sebab, seluruh pekerja sosial maupun pendamping PKH, dan masyarakat, Kementerian Sosial mempunyai situs untuk membuat laporan dan mengkomunikasikan kebutuhan warga ke Kemensos.
Menurutnya, situs tersebut aktif selama 1×24 jam 7 hari untuk melaporkan kebutuhan kebutuhan warga melalui telepon maupun media sosial.
“Contohnya, pendamping PKH dari Yahukimo, Papua Pegunungan yang rela berjalan kaki tiga hari dua malam untuk mencari sinyal agar dapat mengkomunikasikan kebutuhan warga kepada Mensos melalui Command Center,” ungkapnya.
Baca juga: Mensos Risma Kunjungi Pengungsi di Desa Pakuli Utara Sigi Gunakan Roda Dua
Kunjungan Mensos ke Kabupaten Parigi Moutong, dalam rangka meninjau langsung penyerahan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dan pemeriksaan kesehatan bagi warga dari sembilan desa di Kecamatan Sausu.
Pada kesempatan itu, sebanyak 186 orang warga hadir untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menerima bantuan. Terdiri dari 158 orang lanjut usia (Lansia), enam orang penyandang disabilitas, dan 22 orang penerima manfaat anak anak.
Baca juga: Mensos Risma Kunjungi Sigi, Kawasan Rawan Bencana Harus Miliki Stok Pengaman Logistik
Kemudian, bantuan atensi dari Sentra Nipotowe Palu, Kementerian Sosial menyerahkan 100 paket sembako, tiga kursi roda, 3 kursi cerebral palsu, 3 kruk, tiga tongkat kaki, 40 alat bantu dengar, dan 20 tongkat adaptif.
Selain itu, Direktorat rehabilitasi sosial penyandang disabilitas atau RSPD Kemensos juga membawa sejumlah bantuan, diantaranya tiga kursi roda, masing masing dua untuk dewasa, dan satu kursi roda anak tuna rungu dan wicara (GRUWI) dan tuna grahita (GRITA). (teraskabar)






