Minggu, 25 Januari 2026

Merawat Danau Towuti dari Limpasan Kebocoran Pipa Minyak

Merawat Danau Towuti dari Limpasan Kebocoran Pipa Minyak
Tim independen mengambil sampel air Danau Towuti pasca insiden kebocoran pipa minyak di Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Foto: Humas PT Vale

Palu, Teraskabar.id – Krisis kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 23 Agustus 2025, jadi momentum pembuktian bagi komitmen PT Vale Indonesia bahwa  keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan di atas segalanya.

PT Vale bergerak cepat untuk menangani situasi ini dengan tetap mengusung azas transparansi dan bertanggung jawab. Ketika insiden kebocoran diketahui, PT Vale segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan menurunkan Emergency Response Group (ERG) ke lokasi. Langkah ini sebagai upaya mitigasi guna melokalisir rembesan minyak dari insiden kebocoran pipa agar tak mengalir lebih jauh di Sungai Larona, hingga mengalir dan mencemari Danau Towuti.

Penanganan krisis yang berlangsung sejak detik pertama saat kebocoran pipa diketahui,  dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan guna memastikan penanggulangan dilakukan secara terkoordinasi dan cepat. Penanganan krisis juga  melibatkan tim ahli independen dengan melakukan observasi dan pengujian dampak sosial maupun lingkungan.

Tim ahli independen dalam hal ini berasal dari Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI), serta Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory (GEL).

Kepala DRRC UI, Prof Fatma Lestari mengatakan, fokus utama tim di lapangan adalah melakukan pencegahan dan penanggulangan dampak lingkungan tumpahan minyak. Tim juga memeriksa titik pipa yang mengalami kebocoran, menganalisis penyebab kebocoran dan memeriksa dampak lingkungan yang timbul secara langsung maupun mengukur potensi dampak lebih lanjut sebagai upaya mitigasi.

“Aspek pencegahan kami lakukan melalui analisis lengkap potensi bahaya dari segi kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) pengoperasian pemindahan BBM melalui pipa dalam tanah. Potensi bahaya dan aspek K3L tersebut telah diterapkan pipeline risk management untuk memastikan keselamatan pengoperasian pipa dan mencegah risiko kebocoran,” kata Prof Fatma Lestari.  

Memastikan Kualitas Air Danau Towuti Terjaga

Upaya pemulihan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terus berlanjut dengan mengedepankan pendekatan kolaborasi dan ilmiah. Memasuki hari ke-19, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kini fokus memastikan kualitas air di Danau Towuti terjaga. Langkah ini sebagai wujud komitmen PT Vale menjaga ekosistem danau air tawar terbesar kedua di Indonesia.

  Konservasi Pesisir Danau Towuti, PT Vale Serahkan 200 Bibit Pohon Tembeuwa

Danau Towuti, dengan luas 561 kilometer persegi, adalah sebuah danau tektonik purba. Di kawasan ini menjadi tempat tinggal bagi 26 spesies endemik Sulawesi. Perairannya yang luas menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan air tawar. Yang paling terkenal tentu saja ikan endemik seperti ikan butini (Glossogobius matanensis), opudi (Telmatherina prognatha), dan beberapa jenis ikan lainnya seperti ikan sidat yang menjadi komoditas penting bagi nelayan lokal.

Demi memastikan komitmen menjaga kelestarian ekosistem danau Towuti, perseroan melibatkan tiga orang tim ahli dari HAS Environmental, Rabu (10/09.2025) dengan melakukan pemantauan kualitas air di kawasan Danau Towuti. Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh menggunakan standar metode ilmiah dan peralatan uji modern untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengambilan sampel dimulai dari area sekitar dermaga, kemudian bergerak menuju bagian tengah danau, hingga ke area dekat muara Sungai. Kegiatan ditutup dengan pengambilan sampel air dari tangki air warga Towuti, untuk memeriksa kualitas tangki yang digunakan warga.

Tenaga Ahli HAS Environment, Tri Wisnu Febrianto bertanggung jawab untuk proses pengambilan sampel air ini, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Kami menggunakan metode ilmiah yang tervalidasi dan peralatan modern untuk memastikan data yang kami peroleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cakupan lokasi yang beragam, hasil pemantauan ini akan menjadi rujukan penting dalam memastikan air tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Tri Wisnu Febrianto, Rabu (10/9/2025).

Peralatan yang digunakan yakni, Portable Environmental Quality Monitor (EQM). Alat ini mampu mendeteksi polutan secara real-time, termasuk gas berbahaya yang dihasilkan dari Marine Fuel Oil (MFO) seperti Sulfur Dioxide (SO2) dan Volatile Organic Compound (VOC), yang berisiko terhadap kesehatan pernapasan. Pemeriksaan ini menjadi langkah proaktif untuk memastikan udara di lingkungan warga tetap aman.

  Warga Buluri dan Silae Kota Palu Bersitegang, Polisi Bergerak Cepat Meredam

Di sisi lain, upaya di darat juga terus berlangsung. Di titik 7, selama dua minggu terakhir, relawan bersama empat orang dari tim SAR, Batara Guru Rescue, Malili, tetap siaga dari pagi hingga sore hari untuk mendukung proses pembersihan pada area terdampak.

Air Danau Towuti Dinyatakan Aman bagi Masyarakat

Setelah penanganan pasca darurat bencana kebocoran minyak, Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI), serta Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory (GEL) melakukan pengujian terhadap kualitas air Danau Towuti pada Sabtu (30/8/2025). Pengujian oleh Tim ahli independen ini untuk memastikan Danau Towuti aman bagi masyarakat sekitar, termasuk kualitas udara di lokasi terdampak. Sampel air diambil di lokasi berjarak sekitar satu kilometer dari muara Sungai Timampu.

Sampel air danau tersebut diuji untuk mengetahui parameter fisika, kimia dan mikrobiologi. Hasil pengujian memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Artinya, air layak untuk rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, pengairan pertamanan, hingga kebutuhan lain yang mempersyaratkan mutu serupa.

Pada hari yang sama, Sabtu (30/8/2025), Tim ahli independen juga mengambil sampel udara dengan lokasi titik pengambilan di Dusun Molindoe, Desa Lioka. Hasil pengujian sampel menunjukkan parameter SO₂, O₃, dan NO₂ semuanya berada di bawah ambang batas baku mutu udara ambien nasional. Artinya, kualitas udara masih aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Pengambilan sampel dilakukan secara terbuka, disaksikan masyarakat desa, dicatat waktu dan koordinat, disegel sesuai standar, lalu diuji di laboratorium resmi.

Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, menegaskan hasil uji sahih dan kredibel. “Analisis dilakukan dengan standar ilmiah ketat dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan air aman, namun pemantauan rutin, transparansi data, dan pelibatan masyarakat tetap menjadi kunci. DRRC UI akan terus mendampingi agar langkah pengelolaan lingkungan konsisten dengan bukti ilmiah dan harapan masyarakat,” jelasnya.

  Telly Supit Pimpin Mahadewi Gema Bangsa Sulteng, Siap Perkuat Peran Perempuan di Politik

PT Vale Tegaskan Komitmen Pemulihan Berkelanjutan

Direktur dan Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa kabar baik ini tidak akan membuat perusahaan langsung berpuas diri. “Kami menyambut hasil uji ini dengan penuh rasa syukur karena memberi kepastian dan ketenangan bagi masyarakat. Namun, kami sadar bahwa tugas kami belum selesai. PT Vale tetap berkomitmen melanjutkan pemulihan, memperbaiki infrastruktur desa, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga, dan menjaga transparansi setiap langkah yang diambil. Semua ini kami lakukan dengan hati dan tanggung jawab,” ungkap Budiawansyah.

Hingga hari ke-22, tercatat 206 aduan resmi dari enam desa terdampak telah diverifikasi dan ditindaklanjuti, mulai dari layanan kesehatan hingga bantuan penghidupan. Pemerintah bersama PT Vale juga memperbaiki fasilitas publik seperti pegangan jembatan dan saluran irigasi, agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa hasil uji ini adalah kabar baik sekaligus bukti nyata transparansi. “Insya Allah, masyarakat Towuti dapat tenang karena air dinyatakan aman. Namun pemerintah bersama para ahli dan PT Vale akan tetap melakukan pemantauan rutin agar kepastian ini selalu terjaga. Semua langkah kami pastikan berjalan secara fair, transparan, dan untuk kebaikan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September 2025, pemerintah daerah dan PT Vale kini memasuki tahap transisi pemulihan, dengan fokus pada bantuan berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan bersama tim independen, serta penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan. (red/teraskabar)