Selasa, 27 Januari 2026

Mereplikasi IGP Sorowako, PT Vale Komitmen Mewariskan Tambang Hijau di Morowali

Mereplikasi IGP Sorowako, PT Vale Komitmen Mewariskan Tambang Hijau di Morowali

Morowali, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID,  telah memulai fase operasional Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Melalui seremoni first cutting pada Kamis (17/4/2025), PT Vale dan mitranya PT Petrosea Tbk resmi memulai tahapan operasional proyek strategis ini. Acara berlangsung di area PIT Royale dan dihadiri oleh  Febriany Eddy, CEO PT Vale  kala itu, yang secara simbolis meresmikan dimulainya pembangunan melalui pemotongan pita dan tumpeng. Momen ini mencerminkan semangat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan yang menjadi fondasi pengembangan proyek ini.

Momen ini juga menandai babak baru kontribusinya terhadap solusi dunia. Sebab dunia sedang menghadapi tantangan besar: krisis iklim, ketidakpastian energi, dan kebutuhan mendesak untuk beralih ke teknologi bersih. Dalam konteks tersebut, Indonesia memegang kunci penting sebagai pemasok utama mineral kritis global.

Di tengah tantangan lingkungan global, PT Vale mengambil pendekatan berbeda—reklamasi dilakukan sejak awal, bukan di akhir. Sekitar sepekan setelah tahapan operasional proyek strategis IGP Morowali dimulai, tepatnya pada peringatan Hari Bumi 2025, lebih dari 300 orang yang terdiri dari karyawan dan mitra kontraktor turut serta dalam penanaman pohon di area reklamasi. Sebanyak 360 bibit pohon ditanam di atas lahan seluas 6,2 hektare di Rasyidah N3, dari total target 4.427 bibit dan 19,3 hektare reklamasi sepanjang tahun ini.

Kegiatan ini menegesikan komitmen PT Vale Indonesia  terhadap pelestarian lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon perdana di area reklamasi, bahkan sebelum fase produksi dimulai.

Aksi  ini menjadi simbol dari filosofi keberlanjutan yang menjadi pondasi utama perusahaan: bahwa pertambangan harus dimulai dengan langkah memulihkan, bukan sekadar mengeksplorasi.

  Kehadiran PT Vale di Morowali Memperkuat Pondasi Fiskal Daerah, Kontribusi PAD Rp43 M

Langkah reklamasi sejak awal menjadi wujud nyata bahwa industri pertambangan pun bisa menjadi bagian dari solusi di tengah transisi menuju energi hijau. Dari Morowali, PT Vale mengirimkan pesan kuat: bahwa keberlanjutan harus dimulai bukan nanti, tapi sekarang, dengan kekuatan energi yang kita tanam hari ini untuk planet yang lebih lestari esok hari.

“Kami ingin memastikan bahwa sejak langkah pertama, keberlanjutan menjadi inti dari operasional kami. Penanaman ini bukan hanya memperingati Hari Bumi, tetapi juga menjadi simbol komitmen jangka panjang kami dalam menjaga keseimbangan alam,” kata Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali.

Inovasi Teknologi Penanaman Pohon di Area Reklamasi

PT Vale IGP Morowali menerapkan metode hydroseeding, hasil inovasi teknologi penanaman pohon di area reklamasi dengan kontur lahan kemiringan. Inovasi teknologi penghijauan ini mempercepat pertumbuhan vegetasi di lahan tebing seperti di area MHR. Dengan menyemprotkan campuran benih, air, kompos, pupuk dan perekat ke permukaan yang telah dipasang jute net, metode ini tidak hanya mempercepat proses penghijauan, tetapi juga mencegah erosi, mengikat debu, dan memperbaiki struktur tanah.

Inovasi teknologi ini telah diterapkan di area reklamasi MHR120, dan diharapkan menjadi standar baru untuk reklamasi tambang yang efektif dan ramah lingkungan di Indonesia.

“Dalam setiap aspek pekerjaan kami, prinsip ESG kami terapkan secara nyata. Kami tidak hanya menambang—kami memulihkan, melindungi, dan memberdayakan,” kata Muhammad Asril, Chief of Project Officer PT Vale.

Komitmen ini selaras dengan pencapaian PT Vale di Sorowako, yang telah menerapkan praktik reklamasi, pengelolaan air, dan pelibatan komunitas secara konsisten. Seluruh pendekatan tersebut kini direplikasi di Morowali untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang dan kontribusi terhadap Net Zero Emissions Indonesia 2060.

  Peringati Hari Angkutan Nasional 2024, Intip Karoseri Suzuki Carry Yang Warnai Angkot Jakarta

Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang

PT Vale IGP Morowali ingin meninggalkan warisan, bukan hanya dalam tataran sekadar memulihkan lahan —bahwa pertumbuhan industri bisa sejalan dengan perlindungan lingkungan. Proses reklamasi ini dirancang untuk melibatkan lebih dari sekadar perusahaan: kontraktor dan komunitas lokal menjadi bagian dari gerakan ini.

“Bagi kami, pertambangan yang bertanggung jawab bukan hanya tentang menciptakan nilai ekonomi, tapi juga tentang warisan yang kita tinggalkan. Reklamasi yang dimulai dari awal ini adalah bukti bahwa industri bisa bertumbuh tanpa mengorbankan bumi,” kata Wafir.

Menjaga bumi dengan melakukan reklamasi adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada aksi yang terlalu kecil ketika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. PT Vale percaya bahwa keberlanjutan adalah warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi mendatang.

Dengan langkah-langkah nyata ini, PT Vale membuktikan bahwa masa depan pertambangan bukan hanya soal ekstraksi—tetapi soal restorasi, kolaborasi, dan tanggung jawab terhadap planet yang kita tempati  bersama. (red/teraskabar)