Minggu, 8 Maret 2026

Morowali Segera Miliki Kantor Imigrasi, Bupati Iksan Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat

Morowali Segera Miliki Kantor Imigrasi, Bupati Iksan Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat
Peletakan batu pembangunan Kantor imigrasi di Morowali. Foto: IKP

Morowali, Teraskabar.id – Pembangunan Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Morowali secara resmi dimulai pada Selasa (16/9/2025) di Kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, ditandai dengan peletakan batu pertama.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, serta dihadiri oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, dan Wakil Bupati, Iriane Iliyas.

Kehadiran kepala daerah bersama jajaran perangkat pemerintah menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Morowali dalam mendukung penguatan pelayanan keimigrasian di wilayah yang mengalami percepatan pembangunan ekonomi dan investasi.

Bupati Morowali Iksan Baharudin. Foto: IKP

Dalam sambutannya, Bupati Iksan menekankan bahwa pembangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali tidak hanya menghadirkan kemudahan layanan administrasi bagi masyarakat dan investor, melainkan juga mencerminkan dukungan pemerintah pusat terhadap tata kelola pelayanan publik daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Morowali, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri beserta seluruh jajaran. Kehadiran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali merupakan simbol modernisasi pelayanan publik yang akan mendorong inovasi pemerintahan lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta kemajuan daerah,” ujar Bupati Iksan.

Sementara itu, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa penetapan Kantor Imigrasi di Morowali dengan klasifikasi langsung pada tingkat Kelas I merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat atas kontribusi signifikan daerah terhadap penerimaan negara.

“Di banyak daerah, pembangunan kantor imigrasi dimulai dari kelas II. Namun, Morowali diberikan status kelas I sejak awal. Hal ini adalah penghormatan sekaligus apresiasi terhadap dukungan penuh Pemerintah Daerah, khususnya dalam penghibahan lahan. Saya minta jajaran imigrasi agar benar-benar berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan masyarakat,” tegas Agus.

  Perayaan Natal GBI Bungku Morowali, Mengajak Percaya pada Kuasa Tak Terbatas Allah

Rangkaian kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri bersama Bupati Morowali dan jajaran, dilanjutkan dengan penanaman pohon kelapa di sekitar area pembangunan sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan di tengah pembangunan infrastruktur publik.

Acara turut dihadiri Ketua DPRD Morowali, Herdianto Marsuki, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan, serta masyarakat penerima bantuan sosial. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan dukungan kolektif terhadap penguatan pelayanan keimigrasian yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif. (Ghaff/Teraskabar)