Palu, Teraskabar.id — Sekretaris Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang merombak kabinet di penghujung tahun 2025. Muhammad Safri puji Gubernur yang melantik sebanyak 36 pejabat eselon II pada Rabu (31/12/2025).
Safri menilai kebijakan itu menunjukkan keberanian politik sekaligus keseriusan pemerintah provinsi dalam memperbaiki kinerja birokrasi. Ia melihat perombakan kabinet sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak memberi ruang bagi stagnasi kerja.
Oleh karena itu, Muhammad Safri puji Gubernur atas keberanian melakukan penyegaran struktural di waktu yang krusial.
Menurut Safri, para pejabat yang baru dilantik harus segera menyesuaikan diri dengan arah kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah bekerja aktif dan terukur.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kecepatan kerja demi menjawab kebutuhan masyarakat.
Safri juga menegaskan bahwa visi dan misi pemerintahan Anwar–Reny harus diterjemahkan secara konkret dalam program kerja setiap unit.
Legislator PKB ini menilai keberhasilan pemerintahan sangat bergantung pada kemampuan pejabat mengimplementasikan kebijakan di lapangan. Dengan demikian, Muhammad Safri puji Gubernur yang dinilainya telah menyiapkan fondasi kuat untuk percepatan pembangunan.
Muhammad Safri Puji Gubernur: Dorong Kinerja Nyata dan Profesional
Politisi asal daerah pemilihan Morowali dan Morowali Utara itu mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah publik. Ia meminta setiap pejabat bekerja penuh tanggung jawab, disiplin, dan profesional. Menurutnya, kepemimpinan birokrasi harus menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
Safri menekankan bahwa pejabat tidak boleh berhenti pada fungsi administratif semata. Sebaliknya, mereka harus aktif berinovasi dan memperbaiki pola kerja. Ia menilai inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Tengah.
Selain itu, Safri mendorong pejabat agar membangun budaya kerja kolaboratif. Ia percaya koordinasi lintas sektor akan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah. Karena itu, Muhammad Safri puji Gubernur yang dinilainya telah memilih momentum tepat untuk menyatukan kembali energi birokrasi.
Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas
Safri juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan. Ia meminta pejabat bekerja terbuka dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran maupun program. Menurutnya, tata kelola yang baik akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat kini menuntut kinerja yang bisa diukur dan dievaluasi. Oleh sebab itu, pejabat harus memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Safri menilai keterbukaan informasi menjadi fondasi utama pemerintahan modern.
Lebih lanjut, Safri memandang perombakan kabinet sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi program kerja tahun berikutnya. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai strategi jitu guna memastikan visi Sulteng Nambaso berjalan konsisten dan terarah.
Atas dasar itu, Muhammad Safri puji Gubernur dan Wakil Gubernur yang berani mengambil keputusan penting di akhir tahun.
Safri berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja cepat, responsif, dan berorientasi hasil. Ia optimistis penyegaran birokrasi akan membawa perubahan positif bagi pembangunan dan pelayanan publik di Sulawesi Tengah. (Ghaff/Teraskabar).






