Morowali, Teraskabar.id– Pemerintah Kabupaten Morowali kembali melanjutkan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, yang kali ini digelar di Grand Aurel Hotel Bahodopi, Jumat (4/7). Musrenbang kali ini merupakan forum gabungan tiga kecamatan, yaitu Bahodopi, Bungku Timur, dan Bungku Pesisir.
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum Musrenbang sebagai wadah menyatukan visi pembangunan dari seluruh wilayah.
“Musrenbang ini bukan hanya agenda tahunan, tapi fondasi arah pembangunan kita lima tahun ke depan. Kita ingin semua aspirasi masyarakat tertampung dan menjadi dasar kebijakan yang menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Bupati Iksan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif kepala desa yang hadir. Kepala Desa Bahomoahi, Kecamatan Bungku Timur, Asep Anwar, menyatakan kekagumannya terhadap pola Musrenbang gabungan yang dianggap mampu merangkum kebutuhan lintas wilayah secara efisien.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Bupati Iksan yang menggabungkan Musrenbang tiga kecamatan sekaligus. Ini bukan hanya efisien, tapi juga memperkuat sinergi antarwilayah. Kami jadi tahu persoalan desa tetangga dan bisa belajar dari sana,” ujar Asep.
Tak hanya itu, Asep juga menilai bahwa kehadiran langsung Bupati di setiap Musrenbang menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah benar-benar ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat akar rumput.
“Ini baru namanya pemimpin yang turun langsung, bukan hanya mendengar dari laporan. Kehadiran beliau memberi semangat bagi kami kepala desa untuk terus bekerja dan menyampaikan kebutuhan warga dengan terbuka,” lanjutnya.
Musrenbang RPJMD 2025–2029 di Bahodopi ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Rangkaian Musrenbang gabungan ini dijadwalkan terus berlanjut di beberapa titik lainnya hingga seluruh kecamatan terlibat. (Ghaff/Teraskabar)






