Palu, Teraskabar.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) boyong belasan wartawan ke Kabupaten Poso menghadiri sejumlah kegiatan dalam rangkaian Media Gathering 2026.
Rombongan jurnalis bertolak dari Palu pada Senin (12/10/2026) dan tiba di Tentena sekitar pukul 19.00 Wita di Penginapan National Cottage, Pamona Selatan.
Suasana sejuk menyambut pagi hari di penginapan National Cottage. Rombongan wartawan bergegas ke resto penginapan untuk sarapan sebelum berangkat menuju Desa Pandayora, Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, untuk menghadiri Business Matching. OJK Sulteng menggandeng PNM, PT Pegadaian dan BPJS Ketenagakerjaan pada kegiatan kolaboratif ini, bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan petani kakao di Kabupaten Poso.
Kegiatan kolaborasi ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak terkait.
Pada momen ini, OJK menggagas percontohan ekosistem pendampingan kolaboratif dalam pendampingan para petani kakao di Pamona Selatan secara kolaboratif untuk membentuk ekosistem berkelanjutan (Sustainable).
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Di balik hasil pertanian yang sampai ke tangan konsumen, terdapat proses panjang dan kerja keras para petani dalam merawat tanaman hingga menghasilkan buah kakao berkualitas. Sehingga dapat diolah kembali menjadi coklat yang nantinya akan dijual di Prancis.
Malam harinya, agenda dilanjutkan dengan kegiatan Jurnalis Update Triwulan III dan Media Gathering 2026 di The Cottage Bali, Desa Siuri, Tentena. Pemaparan materi disampaikan langsung oleh Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra mengenai perkembangan industri jasa keuangan di Sulawesi Tengah.
Keesokan harinya, Rabu (14/10/2026), agenda kegiatan diisi dengan wisata Cagar Budaya Gua Pamona yang terletak di Kecamatan Pamona Puselemba. Lokasi ini menyimpan jejak sejarah kolonialisme.
Saat menelusuri dalam goa, terdapat lorong-lorong gelap yang cukup berkelok-kelok. Gua ini juga merupakan salah satu situs budaya yang berkaitan dengan tradisi penyimpanan jenazah leluhur masyarakat Pamona. Dahulu gua ini juga sebagai tempat persembunyian para pejuang.
Pada Kamis (15/10/2026), merupakan agenda hari terakhir dalam rangkaian Media Gathering yang digelar OJK Sulteng di Kabupaten Poso. Rombongan wartawan Bersama OJK Sulteng mengisi dengan wisata di Air Terjun Saluopa di Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso.
Di lokasi puncak Air Terjun 12 Tingkat Saluopa ini, dengan leluasa para pengunjung bisa mengarahkan pandangan dari ketinggian 25 meter ke bawah dasar air terjun. Air terjun ini melewati batuan gunung sebanyak 12 tingkatan yang mengalir hingga ke tingkat paling bawah, yang berakhir di sungai kecil Desa Leboni. Fanorama ini menegasikan sebutan sebagai air terjun terbaik di Indonesia yang disematkan oleh wisatawan yang sering berkunjung ke lokasi Air Terjun Saluopa Poso.
Amanda salah satu pengunjung, yang ikut dalam rombongan. Menyebut bahwa destinasi wisata ini sangat menyejukkan dan sangat indah.
“Tempatnya sangat keren dan bagus untuk dipakai foto-foto, terkhususnya di air terjun dan pohon-pohon rindangnya,” ujarnya.
Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan hutan pinus. Pepohonan yang menjulang dan udara yang terasa sejuk memberikan suasana tenang di tengah perjalanan. Momen ini menjadi kesempatan untuk sejenak menikmati alam, berbincang bersama rekan-rekan wartawan, dan mengabadikan pengalaman yang tidak setiap hari bisa dirasakan
Usai wisata ke Kawasan Hutan Pinus dan Air Terjun 12 Tingkat Saluopa, rombongan wartawan bergegas menuju kota Tentena untuk menghadiri pembukaan kegiatan Festival Danau Poso (FDP) 2026.
Esok harinya, pukul 9.00 Wita, rombongan wartawan bersama kepala OJK Sulteng dan jajarannya bertolak ke Palu dengan titik pemberangkatan di The Bali & Spa Tentena.
Bersama OJK Sulteng, sebanyak 13 wartawan berkesempatan menjelajahi berbagai potensi daerah, mulai dari sektor pertanian hingga destinasi wisata, serta kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah. (fitra)






