Poso, Teraskabar.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Bonny Hardi Putra mengatakan Festival Danau Poso (FDP) memiliki keterkaitan yang kuat dengan peran OJK. Sebab, festival ini bukan hanya menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan ekonomi kreatif.
Hal ini ditunjukkan melalui perhelatan Festival Danau Poso 2026 yang menghadirkan Expo UMKM & Ekraf serta pameran produk unggulan daerah Sulawesi Tengah.
Dalam konteks tersebut, kehadiran OJK merupakan wujud nyata dukungan berkelanjutan terhadap penguatan dan pengembangan UMKM. Langkah ini sejalan dengan kebijakan OJK yang mendorong pengembangan UMKM di Indonesia Timur melalui digitalisasi keuangan serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.
“Festival ini bukan hanya menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan ekonomi kreatif,” kata Kepala OJK Sulteng disela kegiatan menghadiri pembukaan Festival Danau Poso (FDP), Kamis (15/10/2026). FDP tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi membuka Festival Danau Poso 2026 bertema “The Power of Culture” di Anjungan Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso, Kamis (15/10/2026).
Festival ini diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai budaya, menjaga kelestarian Danau Poso, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah menjadikan Festival Danau Poso bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan FDP menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Jangan sampai festival ini selesai tiga hari hilang tanpa bekas. Kita ingin ada nilai yang kita dapat di pelaksanaan festival ini,”ujar Gubernur. (red)






