Minggu, 5 Juli 2026
Ekbis, Home  

OJK Wajibkan BPR Penuhi Modal Inti Minimun Lewat PJOK Baru

OJK Wajibkan BPR Penuhi Modal Inti Minimun Lewat PJOK Baru
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Foto: Dok

Jakarta, Teraskabar.idOtoritas Jasa Keuangan (OJK) wajibkan BPR penuhi modal inti minimun dan modal minimun melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Perekonomian Rakyat. PJOK yang baru ini sebagai upaya mendorong industri BPR dapat meningkatkan daya saing melalui penguatan permodalan sehingga mampu mencapai economic of scale dalam menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat.

“Melalui permodalan yang kuat diharapkan BPR dapat meningkatkan daya saingnya, menjalankan fungsi intermediarinya dengan baik, dan dapat menyerap risiko yang timbul atas kegiatan operasionalnya,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Jumat (3/7/2026).

POJK Nomor 7 Tahun 2026 merupakan penyempurnaan POJK sebelumnya yang mengatur mengenai permodalan, yaitu POJK Nomor 5/POJK.03/2015. Melalui POJK Nomor 7 Tahun 2026 juga dilakukan penyelarasan dengan beberapa ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar akuntansi terkini yang berlaku bagi BPR, antara lain POJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPR Syariah, POJK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kualitas Aset BPR, dan SEOJK Nomor 21 Tahun 2024 tentang Panduan Akuntansi Perbankan bagi BPR.

OJK Wajibkan BPR Penuhi Modal Inti Minimun Lewat Penambahan Modal Disetor

Dalam POJK ini diatur mengenai pemenuhan modal inti minimum melalui penambahan modal disetor/modal sumbangan berupa aset tetap dalam bentuk tanah dan bangunan dengan persyaratan tertentu, memberikan relaksasi batas waktu pemenuhan kelengkapan administrasi dalam pemenuhan persyaratan modal disetor, dan penyesuaian komponen permodalan antara lain penyesuaian saldo surplus revaluasi aset tetap menjadi komponen modal inti. 

Dalam rangka mendorong enforcement pemenuhan modal inti minimum BPR, POJK ini juga mengatur penyempurnaan sanksi bagi BPR yang melanggar kewajiban pemenuhan modal inti minimum. POJK Nomor 7 Tahun 2026 mulai berlaku pada tanggal 30 Juni 2026. (red)

  Warga Maesa Minta Perbaikan Infrastruktur dan Sepakat  Dukung Hadianto-Imelda di Pilwakot Palu