“Pada hari Minggu tanggal 16 Oktober 2022 dilakukan wawancara terhadap ke dua orang tua korban dan dua siswa itu sendiri, serta terduga pelaku secara tertulis dan didampingi oleh pihak dari Dinas DP3A Kabupaten Poso,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sulteng Yudiawati Vidiana Windarrusliana mengatakan, masalah dugaan kekerasan fisik yang dialami oleh dua siswa SMA Negeri 2 Poso itu sedang ditangani pihaknya, melalui Cabang Dinas Wilayah Tiga di Kabupaten Poso.
Pihak guru dan orang tua siswa kata Yudiawati, sudah bertemu. Namun, belum ada informasi lanjutan. Tetapi, pihaknya menjadwalkan besok (Senin, 17 Oktober) Komite Perlundungan Anak, guru, orang tua dan pihak Cabang Dinas Dikbud Wilayah Tiga akan bertemu.
‘’Keputusan belum ada kita menunggu pertemuan besok Senin. Begitu Pak,’’ tutur Yudiawati.
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura pun, sebelumnya bereaksi begitu mengetahui dugaan kekerasan fisik dan verbal yang dialami oleh dua siswa SMA Negeri 2 Poso.
Melalui Tenaga Ahli Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Andono Wibisono, Minggu (16/10/2022), sangat kecewa dan prihatin atas sikap tak terpuji dan vulgar terhadap kekerasan fisik dan verbal yang menimpa dua anak didik di SMA Negeri 2 Poso yang videonya viral di sosial media. Gubernur Sulteng mengaku telah diinformasikan mengenai kasus tersebut, sehingga meminta disegerakan menuntaskan permasalahannya untuk menjawab kekecewaan masyarakat.







