Selasa, 13 Januari 2026

Operasi Pencarian Lansia di Pagimana di Hari Ke-4 Nihil, Terkendala Hewan Buas

Operasi Pencarian Lansia di Pagimana di Hari Ke-4 Nihil, Terkendala Hewan Buas
Operasi SAR terhadap Lansia di Pagimana, Kabupaten Banggai. Foto: Humas Kansar Palu

Banggai, Teraskabar.id – Operasi pencarian terhadap Lansia bernama Sail (90), yang diperkirakan hilang di perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, pada hari ke4, Sabtu (3/1/2025), masih nihil.

Tim SAR gabungan terdiri Tim Rescue Pos Sar Luwuk, personel Polsek Pagimana, Koramil Pagimana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat memulai operasi pencarian pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 7.30 Wita. Sebelum turun ke lokasi pencarian, Tim SAR Gabungan melaksanakan Briefing kekuatan tim, kesiapan alut dan pembagian tugas serta petunjuk keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.

Pada pukul 07.30 Wita, tim SAR Gabungan melakukan pencarian sesuai search area yang telah ditentukan dengan metode esar preliminary mode type 2 dengan radius pencarian 6,5 Km dari lokasi kejadian dan akan melakukan evaluasi berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan.

Pada pukul 18.00 Wita, Tim SAR Gabungan melaksaakan D’briefing dengan hasil pencarian nihil dan operasi SAR akan dilanjutkan esok hari, Ahad (4/1/2026) pukul 07.00 wita sesaui Renops H.5.

Koordinator Lapangan, Liberatus Fangohoi, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan.

Kendala paling mendasar adalah adanya beberapa jalan setapak di lokasi kejadian terakhir korban terlihat, sehingga menyulitkan tim dalam menentukan arah pergerakan korban. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa korban diketahui mengalami pikun, sehingga jalur yang kemungkinan dilalui korban tidak dapat dipastikan.

Selain itu, area pencarian didominasi oleh vegetasi yang cukup rapat, yang mengurangi jarak pandang tim dalam melakukan observasi di lapangan. Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan tim yang harus dilakukan secara perlahan dan ekstra hati-hati saat melakukan penyisiran.

Kendala lainnya adalah keberadaan hewan buas di sekitar area pencarian, seperti ular yang sempat dibunuh warga dengan jarak kurang lebih seratus meter dari lokasi pencarian. Seluruh unsur yang terlibat dituntut untuk lebih waspada dalam setiap tahapan pencarian.

  IMIP Inisiasi Pembentukan 10 Bank Sampah Unit di Empat Desa di Bahodopi

“Kondisi vegetasi hutan yang rapat serta banyak binatang buas seperti ular berbisa di sekitar lokasi pencarian menjadi salah satu kendala dalam operasi SAR terhadap korban bernama Sail (90), warga Desa Pisou,” kata Liberatus melalui keterangan tertulis kepada sejumlah media, Sabtu (3/1/2026).

Namun demikian katanya, tim SAR gabungan akan terus melanjutkan operasi pencarian dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada serta tetap mengedepankan keselamatan seluruh unsur yang terlibat. (red/teraskabar)