Poso, Teraskabar.id – Para pasien Puskesmas Pendolo berhamburan ke luar mencari perlindungan ketika gempa tektonik mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (24/7/2025) pukul 21.06.59 Wita.
Dalam video berdurasi 19 detik, terlihat pasien para pasien dibantu keluarganya berlarian ke luar. Selang infus terlihat masih melengket di lengan para pasien ketika berlarian ke luar dari ruangan puskesmas.
Berdasarkan keterangan salah seorang warga Pendolo kepada Teraskabar.id, bahwa setiap 5 menit, terasa getaran gempa susulan.
” Saat ini pak, kami tiap 5 menit terjadi lagi gempa,” aku ibu Iin Riri, warga kota Pendolo kepada Teraskabar.id, Kamis malam (24/7/2025), sekitar pukul 21.50 Wita.
Sementara itu, informasi yang diterima media ini, warga di dua desa yaitu Desa Dulumai dan Desa Tokilo, masyarakat mengungsi untuk smentara. Kedua desa ini dilaporkan termasuk titik terparah terdampak gempabumi. Jaringan listrik terputus sehingga terjadi pemadaman total, termasuk jaringan internet hilang.
Sebagaimana diketahui, herdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 6.0.
Episenter gempabumi katanya, terletak pada koordinat 2.03 Lintang Selatan – 120.70 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat, 70 kilometer arah baratdaya Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Malei.
Berdasarkan laporan masyarakat lanjutnya, gempabumi ini dirasakan di daerah Poso, Morowali Utara, Palu, Mamuju, Luwuk Timur dengan skala intensitas III-IV MMI. Dan di daerah Parigi dengan skala intensitas II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
BKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (deddy/erny/red/teraskabar)






