Senin, 12 Januari 2026

Pelatihan Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat Digelar BPBD Morowali dan PT IMIP

pelatihan penanganan bencana berbasis masyarakat digelar bpbd morowali dan pt imip
Plt. Kalak BPBD Morowali, Abubakar, SKM. M.Kes., dengan latar belakang peserta Pelatihan Penanganan Bencana. Foto: Dok

Morowali, Teraskabar.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali bekerja sama dengan manajemen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menggelar Pelatihan Penanganan Bencana berbasis masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pihak industri dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi bencana di wilayah lingkar tambang.

Kegiatan Pelatihan Penanganan Bencana tersebut dilaksanakan pada Sabtu (25/10/2025) di Vila PT IMIP, Desa Labota, Kecamatan Bahodopi.

Peserta kegiatan berasal dari desa di Kecamatan Bahodopi. Hadir para kepala desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, juga unsur TNI, Polri, dan Pramuka yang aktif di wilayah tersebut.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Kabupaten Morowali, serta manajemen PT IMIP dan tenaga medis dari perusahaan. Para narasumber membahas berbagai aspek penting terkait pelatihan penanganan bencana, mulai dari kesiapsiagaan masyarakat, sistem peringatan dini, hingga teknik evakuasi saat terjadi bencana alam maupun bencana industri.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Morowali, Abubakar, S.KM., M.Kes, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan penanganan bencana merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kesiapan menghadapi situasi darurat. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap risiko bencana.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana agar setiap potensi bahaya dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Abubakar.

Selain mendapatkan materi teoritis, peserta juga mengikuti simulasi praktik lapangan. Mereka dilatih cara melakukan evakuasi aman, memberikan pertolongan pertama, hingga mengelola titik kumpul pengungsian. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dasar untuk bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi.

  Politisi PKB Sindir Pemerintah: Tak Ada Ketegasan Atasi Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Morowali

Melalui Pelatihan Penanganan Bencana berbasis masyarakat ini, BPBD Morowali berharap setiap peserta dapat menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem mitigasi yang berkelanjutan, sekaligus membangun budaya sadar bencana di wilayah industri yang terus berkembang pesat. (Ghaff/Teraskabar).