Senin, 12 Januari 2026

Pembangunan MDA Alkhairaat di Tompe Bugis, Pemerataan Pendidikan hingga Pelosok

Pembangunan MDA Alkhairaat di Tompe Bugis, Pemerataan Pendidikan hingga Pelosok
Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama Wagub dr. Reny A. Lamadjido prosesi peletakan batu pertama pembangunan MDA Alkhairaat di Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Ahad (15/6/2025). Foto: Media BERANI

Sigi, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat di Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Ahad (15/6/2025).

Peletakan batu pertama ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi Sulteng terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda di daerah pegunungan Kulawi Raya.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan lembaga-lembaga pendidikan berbasis masyarakat, termasuk madrasah diniyah yang menjadi tulang punggung pendidikan dasar keagamaan di desa-desa.

“Insyaallah, kami ingin pendidikan keagamaan di Sulawesi Tengah ini tumbuh beriringan dengan program Berani Cerdas. Tidak cukup hanya pintar ilmu dunia, tapi juga harus kuat akhlaknya,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan MDA di daerah terpencil seperti Tompe Bugis sejalan dengan prinsip kepemimpinan BERANI yang berpihak pada pemerataan layanan dasar pendidikan dan keagamaan hingga pelosok.

Ketua Yayasan dan Komite MDA Alkhairaat Tompe Bugis menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan umat di wilayah Kulawi Selatan. Ia mengungkapkan bahwa bangunan madrasah sempat terdampak gempa dan belum sepenuhnya pulih, sehingga pembangunan baru ini menjadi harapan besar masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anak-anak secara layak dan berkelanjutan.

“Kami sudah lama menanti pembangunan ini. Alhamdulillah hari ini Pak Gubernur hadir langsung untuk meletakkan batu pertama. Ini bukan hanya bangunan, tapi simbol bahwa daerah terpencil pun diperhatikan,” ujar Ketua Komite.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae yang juga letakkan batu pertama, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, dan para pejabat dari Dinas Pendidikan, serta tokoh-tokoh Alkhairaat wilayah Kulawi Raya.

  Empat Tahun Berturut-Turut, Telkom Masuk Dalam Jajaran Forbes World’s Best Employers 2024

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, disaksikan oleh ratusan warga, serta para tokoh agama dan adat setempat.

Dalam penutupannya, Gubernur berharap agar pembangunan MDA ini segera tuntas dan bisa digunakan secepatnya untuk mendukung pendidikan diniyah di Tompe Bugis.

Pada sesi dialog sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kunjungannya kali ini adalah untuk mendengar, bukan sekadar menyampaikan program.

“Saya tidak akan banyak bicara. Silakan sampaikan langsung saja, ‘Pak, kami butuh ini.’ Biar cepat, kami catat dan tindak lanjuti. Karena kami datang untuk mendengar, bukan menjanjikan tanpa dasar,” ujarnya.

Momentum tersebut dimanfaatkan maksimal oleh warga dari berbagai desa untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka. Sehingga, dalam sesi dialog tersebut terungkap berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi masyarakat, mulai dari jembatan yang belum diperbaiki di Desa Wangka, akses jalan di Desa Lonca, sungai yang mengancam pemukiman di Desa Gimpu, hingga ketiadaan listrik PLN di empat desa pegunungan.

Sejumlah guru dan kepala sekolah juga menyampaikan kondisi pendidikan yang memprihatinkan. Seorang guru dari SMPN 32 Kulawi menyampaikan bahwa mereka terpaksa memakai ruang guru dan ruang seni sebagai kelas belajar karena keterbatasan ruangan. Ketua Komite SD Inpres Dekade 6 juga menyoroti kerusakan bangunan sekolah yang belum tersentuh pascagempa.

Seorang ibu dari Desa Gimpu memohon agar ada dokter tetap di puskesmas karena warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan darurat. “Kalau gawat, kami harus ke Palu. Tapi nyawa tidak bisa ditunggu,” ujarnya dengan suara lirih.

Mengetahui persoalan tersebut, Gubernur Sulteng langsung mengeksekusi aspirasi warga yang berada dalam wewenang provinsi. Sedangkan yang menjadi kewenangan kabupaten, segera ia koordinasikan dengan Bupati Sigi Rizal Intje Nae.

  Melibatkan 39 Perwakilan Masyarakat, PT Vale Rumuskan Mekanisme Rekrutmen Inklusif

“Kalau SMA, sore ini juga saya putuskan. Kalau SMP, kami akan koordinasi dengan Pak Bupati. Semua kami tindak lanjuti. Sekolah-sekolah rusak nanti saya minta Sekprov untuk segera koordinasi dengan Balai Cipta Karya PUPR,” tegasnya. (red/teraskabar)