Sabtu, 24 Januari 2026
Home, Opini  

Penanganan Kasus HIV/AIDS Bukan Lagi Prioritas bagi Pemerintah

Penanganan Kasus HIV/AIDS Bukan Lagi Prioritas bagi Pemerintah
MANPA UIN Datokarama Palu menggelar aksi simbolik pada tanggal 1 Desember 2025. Foto: Istimewa

Oleh Muh. Taufik (Kader MANPA UIN Datokarama Palu)

PADA tanggal 1 Desember di seluruh dunia memperingati hari AIDS se-dunia  untuk memantik kesadaran masyarakat terhadap penyakit AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini pada awalnya digagas pada pertemuan Menteri Kesehatan se-dunia demi mengurangi penyebaran penyakit AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, 1 Desember mulai diperingati oleh pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia sebagai hari AIDS se-dunia.

Memperingati hari AIDS tersebut, Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA) UIN Datokarama Palu menggelar aksi simbolik pada tanggal 1 Desember 2025. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya dari penyakit HIV/AIDS tanpa mendiskriminasi Orang Dalam HIV/AIDS (ODHA).

Aksi simbolik tersebut bukan hanya diselenggarakan sebagai aksi seremonial, tetapi dengan melihat fenomena kenaikan HIV/AIDS di Provinsi  Sulawesi Tengah yang terus meningkat tanpa ada perhatian yang intens dari pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang diperoleh, estimasi jumlah kasus HIV di Sulawesi Tengah saat ini mencapai 4.900 kasus, dengan sekitar 3.000 kasus telah terkonfirmasi dan tercatat lebih dari 2.000 ODHA tengah menjalani pengobatan antiretroviral (ON ART). Sementara itu, Kota Palu tercatat 139 kasus HIV pada tahun 2025. Hal ini tentunya menjadi salah satu problem yang seyogianya memiliki perhatian yang intens serta tindak lanjut dari pemerintah daerah dalam mengurangi penyebaran HIV yang kian bertambah.

Mahasiswa Anti Narkoba Dan Peduli AIDS (MANPA) UIN DK Palu,  di setiap tahun selalu berupaya dan konsisten dalam mensosialisasikan terkait bahaya dari penyakit HIV/AIDS serta bahaya SEX BEBAS yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus HIV. Namun, pemerintah yang seharusnya menjadi pelopor utama belum terlihat mengambil langkah dan upaya dalam mengurangi penyebaran penyakit HIV/AIDS.

  Chery J6 Edisi Batik Mencuri Perhatian Publik di GJAW 2024

Mirisnya, perilaku sex bebas serta LGBT menjadi penunjang terbesar kenaikan kasus HIV di Sulawesi Tengah. Hal ini tentunya menjadi PR yang harus diselesaikan pemerintah dengan mengambil langkah tegas untuk memberantas sex bebas dan LGBT guna menekan angka kasus HIV di Sulawesi Tengah.

Olehnya, Pemerintah diminta  bukan hanya memperhatikan sektor pembangunan, perekonomian dan indeks Pendidikan tetapi juga memberikan perhatian yang intens terhadap kasus kesehatan yang begitu mengkhawatirkan. Pemerintah juga harus memberikan support yang lebih terhadap organisasi dan Yayasan yang telah berupaya melakukan berbagai kegiatan untuk memberikan pemahaman terkait bahaya wabah HIV/AIDS. (***)