Senin, 12 Januari 2026

Perangi Darurat Narkoba di Morowali, Huabao Bentuk Satgas P4GN

Perangi Darurat Narkoba di Morowali, Huabao Bentuk Satgas P4GN
PT BTIIG membentuk Satgas P4GN, Sabtu (20/4/2024), di Morowali. Foto: Humas Huabao

Morowali, Teraskabar.idPT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) atau yang lebih dikenal Huabao Indonesia berkomitmen penuh untuk turut memerangi narkoba di lingkungan industri.

Hal itu ditandai dengan langkah manajemen PT BTIIG membentuk Satgas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan yang bertujuan mendukung program Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memerangi darurat narkoba di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), dilaksanakan di ruang meeting Huabao Indonesia, Sabtu (16/3/2024).

Baca juga:Perangi Berita Bohong, LPKA Palu Ajak Anak Binaan Bijak Bermedsos

External Relations Manager Indonesia Huabao Industrial Park, Cipto Rustianto, mengatakan, dengan terbentuknya Satgas P4GN ini pihak perusahaan berharap bisa meningkatkan kesadaran para karyawan akan bahaya narkoba.

“Jadi sedini mungkin kita bisa mencegah karyawan kita agar tidak terjerumus di sini, karena sudah banyak contoh-contoh negative. Selain itu juga produktifitas karyawan juga akan terpengaruh, sehingga narkoba perlu diperangi bersama karena ini menjadi tanggungjawab bersama untuk memberantasnya,” ujarnya.

Hal senada ditambahkan HRD Manager Huabao Indonesia, Catur Caesaria Hadi Nugraha.  Menurutnya, tindakan-tindakan pencegahan terus dilakukan manajemen, salah satunya melalui proses penerimaan karyawan dengan mewajibkan melampirkan surat keterangan bebas narkoba dari BNN.

Baca juga: Huabao Gelar Buka Puasa dan Sebar Ratusan Paket Sembako untuk Duafa di Tiga Desa di Bungku Barat Morowali

Hal ini merupakan tindakan prepentif untuk menyelamatkan diri sendiri, teman, sanak saudara hingga keluarga.

“Dengan dibentuknya Satgas ini, kami berharap tindakan pencegahan bisa terus dilakukan, mengingat wilayah Sulawesi Tengah dari tahun ketahun sudah termasuk wilayah darurat narkoba,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah yang dirilis melalui media lokal setempat, mencatat telah menangani 28 kasus narkoba di tahun 2023, dan kasus terbanyak terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Morowali.

  Gubernur Rusdy Mastura Menyapa Kades se-Sulteng, Paparkan Prestasi dan Program Unggulan

Baca jugaHuabao Raih Penghargaan Perdana BPJS Ketenagakerjaan Tingkat Provinsi, Wujud Komitmen Perusahaan Penuhi Hak Karyawan

Pengungkapan kasus narkoba terjadi peningkatan selama tahun 2023 yaitu mencapai 28 kasus dengan barang bukti narkoba jenis sabu 1.774 gram dan ganja 10.571 gram, dibanding  di tahun 2022 hanya 26 kasus.  Pengungkapan kasus narkoba terbanyak di Kota Palu, Kabupaten Morowali, Kabupaten Toli-Toli, dan Donggala. (***/teraskabar)