Senin, 12 Januari 2026

Perayaan Malam Tahun Baru, Bupati Morowali Himbau Masyarakat Berzikir

komitmen bupati iksan tingkatkan kualitas masjid di morowali
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf dan Ketua PD-IPIM Morowali, Armin, S.PdI, dalam kegiatan Pelatihan Imam dan DKM, Selasa (9/12/2025). Dalam kegiatan tersebut komitmen Bupati Iksan tingkatkan kualitas masjid kembali dipertegas. Foto: IKP/Ghaff.

Morowali, Teraskabar.id – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat menjelang perayaan Malam Tahun Baru 2026. Pemerintah daerah meminta warga tidak menggelar pesta besar-besaran.

Pemerintah memilih pendekatan kemanusiaan dan persaudaraan sebagai dasar kebijakan tersebut. Selain itu, pemerintah mengajak masyarakat mengganti perayaan dengan kegiatan keagamaan yang lebih bermakna.

Himbauan tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditujukan kepada seluruh camat se-Kabupaten Morowali, Rabu (24/12/2025). Pemerintah menyampaikan surat itu secara berjenjang agar pesan tersampaikan secara merata. Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan sikap moral dan empati sosial di tengah momentum pergantian tahun.

Alasan Kemanusiaan Menjadi Dasar Kebijakan

Pemerintah Kabupaten Morowali mendasarkan himbauan ini pada nilai kemanusiaan. Pemerintah mempertimbangkan kondisi saudara-saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi musibah. Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat menahan euforia berlebihan.

Bupati Morowali menilai sikap empati harus hadir dalam setiap kebijakan publik. Pemerintah ingin masyarakat melakukan perayaan Malam Tahun Baru 2026 dengan cara yang lebih bijak. Dengan demikian, masyarakat dapat menunjukkan solidaritas nyata melalui sikap dan tindakan bersama.

Perayaan Malam Tahun Baru: Dzikir Bersama Menjadi Alternatif Perayaan

Sebagai pengganti perayaan besar, pemerintah menganjurkan masyarakat melaksanakan dzikir bersama. Pemerintah menetapkan waktu pelaksanaan mulai pukul 20.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA.

Melalui dzikir bersama, masyarakat dapat memaknai pergantian tahun secara spiritual. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kebersamaan sosial. Pemerintah menilai dzikir bersama mampu menciptakan suasana aman dan kondusif dalam perayaan Malam Tahun Baru 2026.

Peran Camat dan Aparat Penegak Hukum

Pemerintah daerah meminta camat berperan aktif menyosialisasikan himbauan ini. Camat diminta berkoordinasi dengan kepala desa dan lurah. Aparat Penegak Hukum juga diminta mengedepankan pendekatan persuasif.

  Kembangkan Kompetensi SDM di Morowali, IMIP Bangun Training Center

Dengan koordinasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat memahami tujuan kebijakan ini. Pemerintah ingin semua pihak bergerak bersama. Oleh sebab itu, pemerintah menekankan pentingnya komunikasi yang santun dan berkelanjutan.

Perayaan Malam Tahun Baru: Masyarakat Diajak Menjaga Ketertiban Bersama

Bupati Morowali mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Pemerintah menilai ketenangan sosial sebagai modal utama pembangunan daerah. Selain itu, pemerintah berharap masyarakat menahan penggunaan petasan dan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Pemerintah menegaskan bahwa himbauan ini tidak membatasi kebebasan beribadah maupun berekspresi. Sebaliknya, pemerintah mengajak masyarakat memaknai perayaan Malam Tahun Baru 2026 dengan sikap dewasa dan bertanggung jawab.

Harapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Morowali berharap seluruh elemen masyarakat mendukung himbauan ini. Pemerintah menginginkan pergantian tahun berlangsung damai, tertib, dan penuh makna. Dengan demikian, masyarakat dapat memasuki tahun baru dengan semangat persatuan.

Melalui langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen membangun daerah berbasis nilai kemanusiaan. Pemerintah yakin masyarakat Morowali mampu menunjukkan kedewasaan sosial. Akhirnya, pemerintah mengajak semua pihak menjadikan perayaan Malam Tahun Baru 2026 sebagai momentum refleksi, doa, dan harapan bersama. (Ghaff/Teraskabar).