Hanya dari sisi momentum kata akademisi ini, dinilai kurang tepat. Pasca-Muswil itu tak bisa dihindari pasti muncul berbagai pandangan. Ada kesan bahwa pembetukan organisasi ini karena merasa tak puas dengan hasil muswil KKSS tersebut.
“Pasti ada tanggapan, ini karena barisan sakit hati,” kata Dr Malik Bram.
Pandangan pro kontra mengenai gagasan pembentukan KBMMLT tersebut menjadi hak bagi mereka yang setuju maupun menolak. Sebab, konstitusi menjamin hal itu.
Baca juga : Bertemu Menteri Perindustrian, Gubernur Sulteng Usulkan Banggai Laut Jadi Kawasan Industri Halal
Biar bagaimanapun lanjutnya, bila menyangkut persoalan etnis atau primodialism, tak bisa dilepaskan dari KKSS. Pandangan tersebut misalnya sebagaimana ia peroleh dari beberapa kalangan akademisi yang berasal dari Sulawesi Selatan.
“Saya tidak berhak mengklaim mewakili dari kalangan akademisi, tapi begitu yang saya serap dari beberapa kalangan teman-teman di kampus,” ujarnya.
Paparan fakta yang diperoleh di lapangan tersebut menurut Malik Bram, bukan dalam artian ingin menyurutkan semangat yang hadir pada malam ini. “Saya tidak bermaksud mematahkan (semangat), saya support,” ujarnya.
Semua yang disampaikannya kali ini, semangatnya untuk menjadi referensi sebelum menuju pelaksanaan deklarasi.
“Sekali lagi saya tegaskan, saya datang ke sini bukan berarti memtahkan semangat, tapi momennya yang dianggap kurang tepat, tidak terkesan bahwa karena gagal, kenapa bukan sebelum pelaksanaan Muswil, gagasan ini dimunculkan,” ujarnya.
Malik Bram juga menekankan, organisasi itu punya hirarki karena tidak mungkin gagasan pembentukan KBMMLT ini berdiri sendiri. KKSS saja itu hirarki, ada BPD, BPW hingga BPP. Sebagai litaratur, tentu Sulteng menjadi pusat dari hirarki KBMMLT ini karena dari provinsi ini tercetus gagasan pembentukannya. Atau mencontoh KKSS yang menawarkan orang di Jakarta sebagai pusat kedudukan KKSS.
“Jangan kajuru-kajuru, nanti diketawai. Setelah deklarasi langsung mati. Kita harus mempersiapkan dengan matang segala hal untuk roda organisasi ini kedepan,” imbuhnya.
Terakhir, menurut Malik Bram, seluruh yang hadir pada kegiatan ini sebaiknya direkrut sebagai panitia deklarasi, dengan terlebih dahulu meminta kesediannya untuk terlibat di kepanitiaan. Begitupula dengan mereka yang tak hadir malam ini karena kebetulan ada kegiatan yang lebih mendesak yang harus mereka hadiri, sebelum mencantumkan namanya di kepanitian, terlebih dahulu dikonfirmasi kesediannya. (teraskabar)







