Jakarta, Teraskabar.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jakarta Selatan menyelenggarakan agenda penyampaian visi-misi calon Ketua Cabang dan calon Ketua KOPRI Cabang sebagai rangkaian Konferensi Cabang (Konfercab) PMII Jakarta Selatan ke-19, Sabtu (29/11/2025), di Markas Komando GP Ansor DKI Jakarta. Agenda ini dihadiri perwakilan komisariat, kader aktif, serta para senior dalam rangka menentukan arah gerak organisasi ke depan.
Ketua Cabang PMII Jakarta Selatan, Muh. Asdar Prabowo, menyampaikan bahwa Konfercab tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, namun juga momentum rekonstruksi pemikiran dan arah perjuangan PMII sesuai tantangan zaman.
“Konfercab hari ini bukan sekadar ritual organisasi, tapi ruang rekonstruksi arah gerakan. Kita butuh pemimpin yang punya basis gagasan kuat, responsif terhadap realitas sosial Jakarta Selatan, dan kokoh pada nilai Aswaja,” ujar Asdar dalam sambutannya.
Asdar menekankan bahwa regenerasi harus terus melahirkan pemimpin yang berwatak intelektual, progresif, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Ia berharap setiap kandidat membawa pemikiran yang solutif, bukan sekadar jargon politik organisasi.
Calon Ketua Cabang, Sahabat Dicky, menekankan pentingnya PMII Jakarta Selatan hadir secara strategis dalam ruang publik kemahasiswaan dan masyarakat. Ia mengedepankan PMII sebagai organisasi kaderisasi progresif yang religius dan responsif terhadap persoalan umat dan bangsa.
“PMII harus menjadi motor kaderisasi yang melahirkan kader militan, kritis, dan berdaya saing melalui penguatan ideologi Aswaja, gerakan sosial, serta perluasan peran mahasiswa secara aktif dalam demokrasi dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Dicky berdasarkan visi–misinya.
Ia menambahkan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas jejaring menjadi penting untuk memperkuat manfaat gerakan PMII di Jakarta Selatan.
Sementara itu, calon Ketua KOPRI Cabang Jakarta Selatan, Sahabati Humaya, menyampaikan komitmennya membangun KOPRI sebagai ruang pemberdayaan kader perempuan yang kreatif, berdaya, dan berkarakter.
“Saya membawa visi kepemimpinan progresif yang memperkuat solidaritas dan keharmonisan kader, agar perempuan PMII mampu berperan aktif mengembangkan kreativitas gerakan yang responsif terhadap isu sosial, keagamaan, dan keperempuanan,” tegas Humaya.
Humaya juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual–spiritual kader serta perluasan kerja sama strategis baik internal maupun eksternal organisasi.
Konfercab PMII Jakarta Selatan diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi kader, menyatukan orientasi perjuangan, serta mempertegas PMII sebagai organisasi gerakan mahasiswa yang responsif terhadap isu-isu kebangsaan dan keislaman di tingkat lokal.
“Gerakan ini milik kita bersama. Siapa pun yang terpilih nantinya, ia harus mampu memimpin pergerakan dengan nilai, gagasan, dan keberanian mengambil peran sosial secara nyata,” ujar Asdar. (***/red/teraskabar)







