Morut, Teraskabar.id– Polres Morowali Utara (Morut) sudah mengamankan total 10 orang terduga pelaku, keributan antara warga Desa Keuno dan Desa Masara yang terjadi pada Sabtu (19/7/2025).
Kondisi keamanan di wilayah desa yang berkonflik ini dipastikan kondusif dan warga bisa beraktivitas seperti biasa.
“Kemarin sudah diamankan terduga delapan orang, hari ini tambah 2 orang, total 10 orang,” kata Kapolres Morut, AKBP Reza Khomeni, Senin (21/7/2025).
Di antara 10 terduga pelaku yang diamankan, ada seorang perempuan bernama Epy Bery yang ikut diamankan.
Nama Epy Bery paling disoroti sejumlah pihak, sebab diduga selama ini ia bersama kelompoknya sering membuat kegaduhan di sejumlah tempat.
Bahkan Dewan Adat Wita Mori dengan jelas menegaskan agar diproses secara hukum dan diminta meninggalkan tanah Mori karena melanggar adat istiadat masyarakat yang ingin hidup tentram.
Kasus ini menjadi atensi pihak kepolisian dan Polres Morut tengah melakukan pemeriksaan terkait peran masing-masing orang.
Bentrokan antara warga Desa Keuno dan Desa Masara di Kecamatan Petasia Timur ini, mengakibatkan 4 warga dari kedua bela pihak luka-luka dan ada yang harus dirujuk karena luka serius di kepala.
Sebelumnya, empat warga dari dua desa yang terlibat perkelahian antara dua Desa Keuno dangan Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara(Morut) menjadi korban. Perkelahian oleh sekelompok orang tersebut pada Sabtu (19/7/2025) pukul 14.30 Wita di perempatan Desa Mahoni, Kecamatan Petasia mengakibatkan Yoel Lambayu (38), Baco Malingati (42), Libernan (40), mengalami luka-luka. Ketiganya warga desa Keuno. Seorang lagi dari Desa Bimor Jaya atasnama Samuel, juga mengalami luka luka.
Ketiga korban dievakuasi ke Puskesmas Molino sekitar pukul 16.30 Wita karena mengalami luka bacokan. Korban Yoel Lambayu mengalami luka dibagian kepala dan lengan sebelah kanan. Begitupula korban Libernan mengalami luka di bagian kepala, memar mata sebelah kanan dan luka pipi bagian kanan. Sedangkan korban lainnya, Baco Malingati dan Samuel mengalami luka bagian kepala dan muka.
“Pada pukul 17.15 Wita, Yoel Lambayu yang mengalami luka dibagian kepala dan lengan sebelah kanan, dirujuk ke RSUD Kolonodale untuk perawatan lanjut,” kata sumber resmi kepada media ini, Sabtu malam (19/7/2025).
Informasi yang diperoleh media ini, kronologi kejadian diduga dipicu oleh aksi balas dendam oleh sekelompok warga setelah salah seorang rekannya dipukul oleh warga Desa Keuno inisial IM.
“Ada anak yang dari Masara datang di Desa Keuno menghadiri acara Padungku, dan pada saat dia pulang membunyikan motornya dengan suara yang keras sehingga ditegur dari salah satu warga Keuno dan anak itu langsung lari dan dikejar oleh warga inisial IM lantas anak itu dipukul,” kata sumber (red/teraskabar)







