Jakarta, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) hari ini, Selasa (18/7/2023), mengumumkan bahwa Perseroan telah memproduksi 16.922 metrik ton (“t”) nikel dalam matte pada triwulan kedua tahun 2023 (2T23).
Ikhtisar Produksi 2T23 1T23 2T22 1H23 1H22
Produksi nikel dalam matte (t) 16.922 16.769 12.567 33.691 26.394
Pada 2T23 dan 1H23, volume produksi masing-masing sekitar 35% dan 28% lebih tinggi bila dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada 2T22 dan 1H22.
Baca juga:Laba PT Vale Meningkat 20 Persen di TW II 2022
Secara rinci dijelaskan, volume poduksi pada Triwulan II Tahun 2022 (2T22) sebesar 12.567 metrik ton, sedangkan pada TW II Tahun 2023 (2T23) adalah 16.922 metrik ton, meningkat 4.355 metrik ton atau meningkat 35%.
Begitupula bila membandingkan TW II 2023 dengan TW I Tahun 2023, volume produksi mencapai 16.769 atau meningkat 153 metrik ton.
Baca juga: PT Vale Memproduksi Nikel 13.827 Ton di TW I 2022
“Ini karena kami melaksanakan pembangunan kembali Furnace 4 tahun lalu,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale saat mengomentari pencapaian tersebut sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima media ini, Selasa (18/7/2023).
Sebagai bagian dari strategi pemeliharaan, Perseroan memulai shutdown di Reduction Kiln 1.
Baca juga: Produksi Tahunan PT Vale di 2022 Tak Capai Target, Ini Penyebabnya
dan Furnace 1 pada Juni 2023, dengan target penyelesaian pada Juli 2023. Secara keseluruhan, berkat perbaikan atap Furnace 2 yang sukses pada 1T23 yang meningkatkan produktivitasnya secara signifikan, serta kegiatan operasi yang berjalan dengan lancar, kami berhasil melampaui target volume produksi kami untuk triwulan ini.
Baca juga: TW II 2022, Minyak Goreng Penyumbang Tertinggi Inflasi di Palu
”Kami sangat bangga dengan pencapaian ini dan berterima kasih. Kami sangat berharap seluruh karyawan di Perseroan dapat terus melanjutkan kerja kerasnya,” ujarnya. (teraskabar)







