Senin, 12 Januari 2026

Produktivitas Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Parimo Masih Rendah

Produktivitas Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Parimo Masih Rendah
Bupati Parimo Erwin Burase menyerahkan alat perikanan kepada salah satu peserta Rembuk Nelayan, Senin (15/12/2025), di auditorium kantor bupati Parimo. Foto: Kominfo

Parigi Moutong, Teraskabar.id –  Produktivitas nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) relatif masih sangat rendah. Padahal di satu sisi, sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Sehingga, penguatan organisasi nelayan dan pembudidaya ikan menjadi sebuah keharusan.

“Pola penangkapan ikan dan budidaya ikan yang masih bersifat konvensional, sehingga berdampak pada terbatasnya produksi hasil perikanan,” kata Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase saat membuka kegiatan Rembug Nelayan, Rapat Teknis Nelayan dan Pembudidaya Ikan yang dirangkaikan dengan Pemilihan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong ini berlangsung pada Senin (15/12/2025), pukul 11.00 WITA, bertempat di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong.

Bupati Erwin berharap, melalui kegiatan Rembug Nelayan dan Rapat Teknis ini,  dapat muncul berbagai masukan, ide, dan strategi untuk menjawab tantangan yang dihadapi nelayan dan pembudidaya ikan.

Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain kepastian wilayah tangkap dan perizinan, penguatan armada serta sarana penangkapan, ketersediaan BBM bersubsidi, dukungan sarana pasca panen dan rantai distribusi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan dan pembudidaya ikan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi dan diskusi bagi nelayan, pembudidaya ikan, serta pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sektor perikanan di Kabupaten Parigi Moutong.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Erwin mengungkapkan bahwa jumlah tenaga penyuluh perikanan, nelayan dan pembudidaya ikan  di Kabupaten Parigi Moutong sangat terbatas. Di tengah keterbatasan jumlah SDM tersebut, para penyuluh terus dituntut untuk melatih dan mengasah kemampuannya dalam menggunakan teknologi penangkapan yang terus berkembang, perubahan pola budidaya ikan dari tradisional menjadi semi intensif bahkan pola intensif.

  Dua Terduga Pelaku Sabu Ditangkap di Kos-Kosan Bahodopi Morowali

Nelayan dan pembudidaya ikan menjadi pelaku di sektor kelautan dan perikanan dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Parigi Moutong ini. Pengelolaan dan percepatan pembangunan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan memerlukan sinergitas langsung dan kontinyu dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Hal ini tentunya akan lebih mudah dilaksanakan jika terorganisir dan terstruktur secara baik.

Olehnya, keberadaan DPC HNSI akan sangat membantu untuk menjadi wadah bagi nelayan dan pelaku usaha lainnya, sekaligus akan menjadi mitra strategis Pemkab Parimo.  

“Saya mendukung sepenuhnya penyelenggaraan muscab ini dan semoga dapat melahirkan program/kegiatan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (red/teraskabar)