Senin, 12 Januari 2026

Program Ketahanan Pangan Desa Sampeantaba: Tebar 10 Ribu Benih Ikan Nila di Kolam Air Tawar

Program Ketahanan Pangan Desa Sampeantaba: Tebar 10 Ribu Benih Ikan Nila di Kolam Air Tawar

Morowali, Teraskabar.id– Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Sampeantaba, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Jelita, secara resmi melaksanakan kegiatan pelepasan 10 ribu ekor benih ikan nila di dua kolam air tawar, Selasa (9/9/2025). Agenda ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan berbasis desa.

Kegiatan yang berlangsung sederhana ini dihadiri oleh Camat Witaponda Nasron, S.Sos, Kepala Desa Sampeantaba Zulkifli, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Anwar, unsur pemerintah desa, aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, unsur TNI melalui Babinsa, pendamping desa, serta pendamping dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang secara khusus menangani program ketahanan pangan. Prosesi penebaran benih dilakukan secara simbolis oleh perwakilan undangan yang hadir.

Terkait absennya unsur pemerintah kabupaten, Direktur Bumdes Jelita, Hardina, menjelaskan bahwa hal tersebut telah dipertimbangkan. “Insyaallah kami sudah persiapkan untuk undangan Kabupaten pada saat panen,” ujarnya.

Camat Witaponda, Nasron, S.Sos.,dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus harapan terhadap program ini. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dan manfaat yang dihasilkan. “Semoga program Ketapang di Kecamatan Witaponda ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan. Apa yang telah direncanakan serta menjadi target di masing-masing desa, hendaknya tercapai sesuai harapan, sehingga mampu memberikan tambahan kesejahteraan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Program kolam ikan air tawar ini lahir dari hasil musyawarah desa dan mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Desa Sampeantaba, Zulkifli. Ia menilai program ini memiliki potensi ganda. Selain sebagai upaya budidaya ikan, kolam tersebut juga dapat dikembangkan menjadi ruang rekreasi warga, mengingat lokasinya yang strategis dan nyaman di areal persawahan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi dan misi desa terkait inovasi dan pengembangan potensi lokal.

  Dinkes Tolitoli Salurkan Obat Stok Lama ke Puskesmas, Pengadaannya Gunakan Belasan Vendor

Ketua Pengelola Program Ketapang Sampeantaba, Azmy, menegaskan komitmen pengelolaan yang transparan. “Kami berhati-hati dalam mengelola dana, terutama terkait transparansi dan pelaporan. Karena itu, secara rutin kami konsultasikan dengan Kepala Desa selaku penasihat Bumdes dan melaporkan penggunaan dana setiap dua minggu kepada pengawas Bumdes,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Sampeantaba, Anwar, menyampaikan harapan agar program ini mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program hanya dapat dicapai jika warga bersama-sama menjaga dan mengembangkan inisiatif ini. “Keuntungannya akan kembali kepada masyarakat, baik dari aspek ekonomi maupun sosial,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya program ini, Desa Sampeantaba menegaskan komitmennya untuk menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan, sekaligus sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. (Ghaff/Teraskabar)