Palu, Teraskabar.id– Industri pertambangan sering kali menghadapi tantangan dalam hal keterbukaan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, dengan persepsi bahwa proses rekrutmen lebih menguntungkan tenaga kerja luar daerah dan kontraktor.
Namun bagi PT Vale Indonesia yang memiliki komitmen kuat memberdayakan tenaga kerja lokal, memastikan proses rekrutmen lebih berkeadilan dan inklusif. Komposisi karyawan PT Vale Indonesia menegasikan komitmen tersebut.
Dikutip dari laporan Suistanable tahun 2024, jumlah karyawan PT Vale Indonesia mencapai 3.038 orang, meningkat sebanyak 21 orang dibandingkan tahun 2023. Dari jumlah tersebut, 83% persen atau 2.516 orang merupakan karyawan lokal yang berasal dari wilayah sekitar operasi. PT Vale mendefinisikan karyawan lokal sebagai individu yang berdomisili di kabupaten yang sama dengan lokasi operasional perusahaan.
Distribusi karyawan terbanyak adalah di Sorowako sebagai wilayah operasi utama PT Vale, yaitu 2.743 orang dengan rincian 2.477 karyawan pria dan 266 karyawan wanita. Selanjutnya 93 orang (74 pria dan 19 wanita) di Bungku Timur, 100 orang (71 pria dan 29 wanita) di Pomalaa, 93 orang (58 pria dan 35 wanita) di Jakarta, kemudian 8 orang (5 pria dan 3 wanita) di Makassar, serta satu orang di Palu.
Secara umum, tingkat pendidikan karyawan PT Vale, sebanyak 9 orang (8 pria dan 1 wanita) S3, sebanyak 94 orang (68 pria dan 26 perempuan) lulusan S2, kemudian sebanyak 988 orang (769 pria dan 219 perempuan) lulusan S1, 365 orang (301 pria dan 64 perempuan) lulusan Diploma, 1.568 orang (1.526 pria dan 42 perempuan) lulusan SLTA/sederajat, serta 14 orang lulusan SLTP/sedrajat.
Sebanyak 335 karyawan lokal menduduki posisi manajerial, yang setara dengan 13,1% dari total karyawan lokal, atau 45,33% dari seluruh posisi manajerial di perusahaan.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum mengatakan, PT Vale berkomitmen untuk terus memperkuat peran karyawan lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan kontribusi terhadap pertumbuan ekonomi daerah.
Pada tahun 2024, kompoisi tenaga kerja PT Val terdiri atas 2.686 karyawan laki-laki (88,4 %) dan 352 karyawan perempuan (11,6%). Meskipun industri pertambangan yang menjadi bidang usaha PT Vale secara tradisional didominasi oleh laki-laki, perusahaan tetap berkomitmen untuk mendorong keberagaman, karena meyakini bahwa keberagaman merupakan pendorong utama inovasi dan kinerja yang berkelanjutan.
Dari total karyawan tersebut, berdasarkan status kepegawaian, 2.929 karyawan tetap (2.607 karyawan pria 322 perempuan) dan 109 karyawan kontrak (79 pria dan 30 perempuan).
Dari sisi usia, sebanyak 605 berusia di atas 50 tahun dengan komposisi 577 pria dan 28 perempuan, berusia antara 30-50 tahun sebanyak 452 orang (198 pria dan 254 perempuan), serta di bawah usia 30 tahun sebanyak 199 orang (129 pria dan 70 perempuan).
Sistem Perekrutan Tenaga Kerja
Sistem rekrutmen PT Vale memberikan kesempatan setara bagi semua orang dengan fokus pada keberagaman talenta yang mencerminkan komunitas yang dilayani.
“Kami mengutamakan proses perekrutan yang transparan, aktif merekrut tenaga kerja lokal, serta bekerja sama dengan sekolah dan program vokasi untuk menciptakan peluang kerja dan jalur tenaga kerja terampil,” kata Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum.
PT Vale memperkuat rekrutmen dan retensi tenaga kerja lokal melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan. Kami memprioritaskan penerimaan pegawai dari kabupaten setempat, diikuti dari pegawai dari Sulawesi Selatan, jika belum terpenuhi. Kesempatan terbuka bagi pegawai dari seluruh Indonesia. Pendekatan ini mendukung pemberdayaan tenaga kerja lokal serta kelancaran operasional perusahaan.
Pada tahun 2024 terdapat penambahan 166 karyawan baru, yang terdiri dari 116 orang (69,8%) laki-laki dan 50 orang (30,2%) perempuan.
Dari total penambahan karyawan baru tersebut, 97 orang penempatannya di Sorowako, sedangkan untuk Pomala dan Bungku Timur masing-masing 23 orang, dan 2 orang untuk penempatan Makassar, serta 21 orang wilayah penempatan Jakarta.
Pelatihan serta pengembangan kompetensi karyawan
Sejak berdiri, PT Vale berkomitmen mengutamakan keterlibatan pekerja lokal, regional maupun nasional dalam kegiatan operasi dan usaha perusahaan, termasuk dalam proyek pengembangan yang dilaksanakan.
Pelibatan pekerja lokal, regional maupun nasional ini sejalan dengan Prinsip-prinsip dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan International Council on Mining and Metals (ICMM).
“Kami menempatkan para karyawan sesuai kebutuhan kegiatan operasi dan kegiatan pendukung lainnya. Berdasarkan tempat kerja, karyawan kami tersebar di wilayah Kantor Pusat Jakarta, Kantor Perwakilan Makassar, pusat operasional perseroan di Sorowako, serta di wilayah proyek pertumbuhan di area Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa,” ujar Vanda.
Pihak PT Vale meyakini kompetensi karyawan berbanding lurus dengan setiap pencapaian terbaik perusahaan. Perseroan senantiasa membuka kesempatan luas untuk setiap karyawan dan kontraktor dalam mengembangkan karier, dengan mempertimbangkan hasil penilaian kinerja yang dilakukan kepada seluruh karyawan.
Pelatihan serta pengembangan kompetensi karyawan dikelola oleh Departemen People & Culture, dan dilaksanakan sesuai kebutuhan serta rencana pengembangan perseroan dengan melibatkan para atasan dan seluruh karyawan. PT Vale meningkatkan kompetensi karyawan melalui berbagai program pelatihan, coaching, mentoring serta pelatihan di tempat kerja. (red/teraskabar)






