Selasa, 13 Januari 2026

Rakernis Perikanan Tangkap dan Rembuk Nelayan Morowali, Ini Pesan Syarifudin Hafid

rakernis perikanan tangkap dan rembuk nelayan morowali ini pesan syarifudin hafid
Ketua DPD HNSI Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid dalam kegiatan Rakernis Perikanan Tangkap dan Rembuk Nelayan Morowali, Kamis (6/11/2025). Foto: IKP/Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, tampil tegas dalam Rakernis Perikanan Tangkap dan Rembuk Nelayan Kabupaten Morowali, Kamis (06/11/2025) di Kafe Puncak Bahodopi.

Syarifudin menekankan pentingnya kemandirian nelayan dalam mengelola sumber daya laut, bukan hanya menjadi penonton di lautnya sendiri.

“Selama ini nelayan kita masih sering kalah di lautnya sendiri. Banyak kebijakan bagus di atas kertas, tapi tak sampai ke jaring nelayan. Inilah yang harus kita ubah. Laut kita harus dikelola oleh orang kita sendiri,” ujar Syarifudin dengan nada tegas.

Ia menilai Rakernis Perikanan Tangkap merupakan ruang strategis untuk menyatukan arah pembangunan sektor kelautan agar berpihak pada rakyat pesisir. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah daerah harus dimulai dari kebutuhan lapangan, bukan hanya dari angka statistik atau laporan administratif.

“Yang tahu benar kehidupan di laut adalah nelayan. Maka sudah seharusnya nelayan dilibatkan dalam setiap perumusan kebijakan. Jangan sampai keputusan tentang laut diambil tanpa mendengar suara mereka yang hidup dari laut,” tegasnya.

Syarifudin juga menyoroti persoalan klasik yang dihadapi nelayan, mulai dari sulitnya akses bahan bakar, biaya operasional tinggi, hingga rantai distribusi hasil tangkap yang masih dikuasai tengkulak. Ia menilai, tanpa pembenahan sistem distribusi dan perlindungan harga, kesejahteraan nelayan akan sulit meningkat.

“Kalau nelayan terus menjual dengan harga rendah sementara biaya melaut naik, itu sama saja kita memiskinkan pahlawan protein bangsa. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang melindungi mereka dari praktik ekonomi yang timpang,” jelasnya.

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, S.E., yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan sambutan tertulis Bupati Morowali yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan tangkap melalui peningkatan sarana, prasarana, dan pelatihan bagi nelayan.

  Peresmian BCA KCP Morowali, Ini Tanggapan Ahmad Hakim

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perikanan Morowali ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan, Drs. Fajar dan para narasumber kegiatan.

Rakernis ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Alkhairaat dan Pemerintah Kabupaten Morowali untuk memperkuat riset serta pengembangan sumber daya manusia di bidang perikanan.

Syarifudin Hafid berharap hasil Rakernis ini tidak berhenti di meja formal, tetapi benar-benar menjadi langkah konkret bagi kemajuan nelayan lokal.

“Kalau laut adalah anugerah, maka nelayanlah penjaganya. Tugas kita memastikan mereka tidak kehilangan hak atas lautnya sendiri,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar).